EQUITYWORLD FUTURES – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan mengalami pelemahan, Selasa (09/12). Pelemahan tersebut lantaran rilis yang diberikan World Bank atau Bank Dunia terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di mana diproyeksikan mengalami penurunan.

IHSG diperkirakan berada pada level rentang support 5.100-5.115 poin dan resisten 5.155-5.164 poin. Positifnya laju bursa saham AS dan Eropa tidak memberikan imbas pada penguatan IHSG lantaran maraknya aksi ambil untung yang dilakukan para investor.

“Akibatnya, laju IHSG bergerak berlainan dengan laju bursa saham lainnya. Tren penguatan pun terpatahkan dengan tertembusnya target support yang seharusnya dapat ditahan oleh IHSG,” ujar Hear of Research Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam riset hariannya, Selasa (09/12).

Selain itu, proyeksi World Bank yang menurunkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan sebesar 5,2 persen dari proyeksi 5,6 persen. World Bank juga memangkas proyeksi pertumbuhan kredit dan laju neraca perdagangan Indonesia.

“Selain masih adanya aksi profit taking, berita dari WB tersebut kemungkinan masih akan berimbas pada pergerakan IHSG selanjutnya. Jika volume beli kurang mendukung maka dimungkinkan laju IHSG masih akan melanjutkan pelemahannya,” pungkas dia.

Pada perdagangan awal pekan kemarin, Senin (08/12) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 43,98 poin atau 0,85 persen ke level 5.144,01 poin. Sementara itu, indeks LQ45 juga mengalami pelemahan sebsar 1,06 persen ke level 884,28 poin.

Adapun saham-saham yang harus dipertimbangkan antara lain GGRM, SSMS, BMRI, NIPS, TBIG, AKRA.