EQUITWORLD FUTURES – Bursa kandidat calon presiden Amerika Serikat semakin ramai dan memanas. Hanya berselang sehari setelah Hillary Clinton mengumumkan pencalonannya, Senin (13/4/2015) sore waktu setempat, giliran senator muda Partai Republik, Marco Rubio, yang mendeklarasikan diri maju sebagai kandidat.

Marco Rubio mengumumkan secara resmi pencalonan dirinya di kampung halaman, Miami, Florida. Deklarasi dilakukan tepatnya di landmark bersejarah, Freedom Tower.

“Kita memiliki kekuatan untuk menyambut abad Amerika yang baru. Pencalonan saya terinspirasi oleh janji akan masa depan Amerika,” ucap Rubio.

Berdarah Amerika-Kuba, Rubio merupakan putra imigran yang melarikan diri dari pemerintahan Fidel Castro menuju Miami, hampir lima puluh tahun lalu. Ayahnya bekerja sebagai bartender dan ibunya adalah pembersih hotel yang bekerja keras menghidupi empat anaknya.

Kisah hidupnya yang inspirasional akan menjadi salah satu senjata kampanye dalam Pemilihan Presiden AS tahun depan. Jika terpilih, Rubio akan mengukir tinta sejarah sebagai Presiden AS pertama yang keturunan Amerika Latin.

Di usianya yang baru berumur 44, sosok yang disebut sebagai rising star Partai Republik ini juga merupakan capres termuda yang sedang bertarung menuju Gedung Putih. Karier politik Rubio sendiri melesat dengan cepat.

Rubio baru menjalani periode pertama sebagai senator sejak terpilih tahun 2010. Sebelumnya dia menjadi ketua DPRD Negara Bagian Florida. Keberhasilannya menembus tingkat nasional tidak terlepas dari kuatnya dukungan akar rumput dan gerakan konservatif yang dikenal dengan sebutan kelompok Tea Party.

Rubio dinilai sebagai sosok moderat yang bersedia berkompromi dengan Partai Demokrat. Sosoknya yang tampan, kharismatik, enerjik, dan orator ulung menjadi daya tarik sendiri dan diprediksi menjadi keunggulannya.

Hal yang berpotensi menjegal Rubio tidak lain adalah koleganya di Partai Republik, mantan Gubernur Florida Jeb Bush. Adik dari Presiden AS ke-43 George W. Bush itu diperkirakan akan mengumumkan pencapresan secara resmi musim panas mendatang.

Ini bisa menjadi sebuah ironi, sebab Jeb Bush adalah mentor politik yang mengangkat karier Rubio. Jeb Bush saat ini juga masih memimpin survei capres Republik. Hasil survei rata-rata menempatkan Rubio di urutan 7 dari 12 kandidat dengan raihan sekitar 7 hingga 8 persen suara.

Selain itu titik lemah yang berpotensi menghantui ambisi penggemar musik Eminem ini adalah usianya yang masih terlalu muda. Rubio dianggap minim pengalaman dalam perpolitikan nasional.

Gerakan Tea Party yang pernah mendukungnya juga dibuat murka oleh keputusan Rubio untuk mendukung legislasi yang akan memberikan kemudahan kewarganegaraan kepada imigran ilegal di AS. Gerakan konservatif ini menyerang Rubio yang dinilai mengkhianati ideologi konservatif sehingga dianggap tidak layak menjadi capres Partai Republik.

Menjabat di Komite Luar Negeri Senat AS, penganut Katolik ini akan menjadikan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional sebagai isu kampanye utama. Rubio merupakan pengkritik keras kebijakan luar negeri Obama, termasuk keputusan Obama untuk menormalisasi hubungan diplomatik dengan leluhurnya, Kuba.

Rubio mengatakan, normalisasi hubungan AS-Kuba tidak akan memberi kebebasan kepada rakyat Kuba, mengingat pelanggaran hak asasi manusia terus terjadi.