EQUITYWORLD FUTURES – Mendapat gelar juara dunia ketujuh MotoGP bisa jadi akhir mengesankan buat karir Valentino Rossi. Tapi buat pebalap paling senior pada musim ini, angan itu dihadang tantangan krusial hingga perlu diperjuangkan sampai titik penghabisan.

Keputusan penalti tiga poin dari Race Direction di GP Malaysia setelah bersenggolan dengan Marc Marquez dirasa memberatkan dan membuat perebutan gelar juara dunia di seri terakhir, GP Valencia, jadi tidak adil. Akumulasi penalti menjadi total empat poin musim ini merugikan Rossi sebab harus memulai balapan dari urutan paling belakang di seri selanjutnya di GP Valencia.

Rossi telah mengajukan banding ke Court Arbitration for Sport (CAS) dan berharap vonis dari GP Malaysia bisa dikurangi atau bahkan dibatalkan. Tapi karena keputusan itu bisa memakan waktu berbulan-bulan, ia meminta hukumannya ditunda sampai akhirnya ada keputusan resmi dari CAS.

Bila penangguhan diterima, maka Rossi bisa mengikuti kualifikasi seperti biasa untuk menentukan posisi start di GP Valencia. Sebagai gantinya, andai keputusan CAS akhirnya menyetujui hukuman itu maka kewajiban Rossi start dari paling belakang dilaksanakan di seri selanjutnya pada musim 2016. Kebijakan CAS dikatakan paling lambat diumumkan pada Jumat (6/11/2015).

Rossi vs Lorenzo

Rossi mengatakan aksi bandingnya ke CAS agar pertarungan di GP Valencia berjalan dengan adil. Perebutan juara dunia hanya menyisakan dua kandidat, ia dan rekan setim Yamaha Movistar Jorge Lorenzo yang tertinggal tujuh poin.

“Saya tetap menunggu untuk mendengar keputusan CAS, tapi saya berharap saya bisa bertarung normal dan berjuang untuk juara dalam posisi yang adil bersama Lorenzo. Di Valencia akan ada banyak penggemar dan saya senang akan itu. Saya akan berusaha yang terbaik di trek,” ujar Rossi seperti disitat dari Crash.net, Rabu (4/11/2015).

Pebalap berusia 36 tahun itu terakhir menjadi juara MotoGP pada 2009, tahun ini kesempatan emasnya mengumpulkan piala lebih banyak setelah sebelumnya menjadi runner up musim 2014. Rossi mengatakan ia mau menjawab segala drama di GP Malaysia dengan merengkuh juara dunia ketujuh MotoGP.

“Tujuan saya bekerja dengan kapabilitas terbaik dengan tim dan mencetak hasil tertinggi pada sebagian besar sesi untuk balapan pada Minggu dengan semua yang perlu saya ekspresikan dalam cara terbaik,” kata Rossi.