EQUITYWORLD FUTURES – Jika data domestik solid, maka rupiah berpeluang mengungguli dollar AS hari ini. Tercatat pada akhir pekan lalu, di pasar spot rupiah sempat tergelincir 0,20% ke level Rp 13.489 per dollar AS.

Ekonom Bank Central Asia David Sumual menyebutkan, pelemahan rupiah akhir pekan lalu lebih dipicu aksi beli dollar saat harga murah alias bargain hunting.

Selain itu, tekanan juga berasal dari koreksi harga minyak. “Sentimen dari domestik cukup bagus. Defisit neraca berjalan menyusut,” kata dia.

Dari faktor-faktor tersebut, David melihat peluang rupiah menguat pada Senin (15/02/2016). Terutama, jika data impor dan ekspor masih terjaga.

Hanya saja, penguatan bakal terbatas karena dollar juga mendapat katalis bagus dari data penjualan ritel.

Lebih lanjut, pasar masih cenderung menghindari risiko, sehingga menguntungkan mata uang emerging market. Pasar cenderung menunggu data inflasi AS yang jadi sinyal kuat kenaikan suku bunga The Fed.

Namun, penguatan rupiah akan terbatas karena pasar akan mengantisipasi BI rate. Analis memprediksi, hari ini rupiah bergulir antara Rp 13.200-Rp 13.700 per dollar AS.