EQUITYWORLD FUTURES – Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah pada perdagangan Jumat (12/6/2015). Penguatan indeks dollar AS memberi tekanan atas mata uang lain, termasuk rupiah, untuk turun.

Kombinasi antara tidak tercapainya kesepakatan antara IMF dan Yunani serta baiknya angka penjualan ritel AS berhasil mendorong penguatan indeks dollar AS. Efek peningkatan risiko global akibat masalah utang Yunani serta data AS yang meningkatkan harapan kenaikan suku bunga The Fed meningkatkan permintaan atas dollar AS.

Imbal hasil Bund Jerman dan US Treasury merespon dengan penurunan drastis terhadap berita tersebut di atas. Angka produksi industri Zona Euro sore ini ditunggu dan diperkirakan membaik.

Sementara itu di tengah penguatan dollar AS di perdagangan waktu Asia kemarin, rupiah berhasil stabil walaupun tekanan pelemahan belum sepenuhnya hilang. Selain akibat permintaan dollar yang memang meningkat, aksi jual baik di pasar saham dan SUN masih menjadi penyebab.

Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, rupiah berpeluang kembali melemah hari ini melihat indeks dollar AS yang naik hingga dini hari tadi. Angka neraca perdagangan yang akan diumumkan pada awal pekan depan diperkirakan tetap surplus tetapi menipis.