Pada perdagangan akhir pekan ini, laju nilai tukar Rupiah diperkirakan berada di atas level resisten Rp 11.685. Meski laju Rupiah mampu melewati perkiraan namun harus tetap selalu waspadai potensi pembalikan arah.

“Tampaknya euforia pilpres masih ada. Setelah pelaku pasar merasa pilpres dapat berjalan dengan aman, damai, lancar, dan terkendali, kali ini pelaku pasar mulai merespon hasil quick count,” ujar Analis Trust Securities, Reza Priyambada dalam riset hariannya, Jakarta, Jumat (11/7).

Menurutnya, meski hasil tersebut belum final dan harus menunggu keputusan dari KPU namun munculnya hasil hitung cepat (quick count) dari lembaga survei kredibel yang menunjukkan keunggulan pasangan yang diharapkan pasar, membuat laju nilai tukar Rupiah melanjutkan penguatannya.

“Masih tetapnya BI Rate dalam RDG Kamis(10/7) juga turut menambah sentimen positif,” jelas dia.

Sebelumnya kemarin Kamis (10/7) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah 15 poin menjadi Rp11.640 per USD dari posisi terakhir sebelumnya, Rp11.625 per USD.