EQUITYWORLD FUTURES – Situasi ekonomi yang sedang tidak kondusif, termasuk pelemahan rupiah terhadap dollar AS, mengguncang semua sektor termasuk otomotif. Tidak hanya produsen besar, para produsen komponen pendukung juga ikut terkena dampak.

PT Goodyear Indonesia sebagai produsen ban asal Amerika Serikat, juga mengalami dampak tersebut. Meskipun sudah diproduksi secara lokal, beban produksi Goodyear dipastikan juga mengalami kenaikan, karena ada bahan baku yang sifatnya masih impor dari luar negeri.

“Dampaknya memang tidak terlalu besar, tapi ada. Kami sudah memproduksi secara lokal, hanya ada beberapa material yang harus dikirim dari luar negeri. Bahan baku itu yang harganya pasti naik dengan pelemahan rupiah,” jelas Wicaksono Soebroto, GM Korporasi dan Komunikasi Pemasaran PT Goodyear Indonesia, kepada KompasOtomotif saat peluncuran ban Assurance Duraplus di Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Wicak melanjutkan, material yang masih harus dikirim dari luar negeri total hampir 60 persen. Sisanya sudah menggunakan bahan baku lokal. Total produksi Goodyear sendiri dalam satu hari bisa menghasilkan 10.000 ban.

Tertolong ekspor

Dalam menghadapi situasi seperti ini, Goodyear masih tertolong oleh besarnya ekspor yang dikirimkan ke sekitar 56 negara. Bahkan, angka ekspor ban asal AS ini terbilang tinggi, mencapai 70 persen dari penjualan, 30 persen sisanya dilepas ke dalam negeri.

“Untungnya ekspor kami cukup besar, jadi masih seimbang. Sekarang ban Goodyear produksi Indonesia dikirimkan ke sekitar 56 negara, dan fokusnya ke Asia Pasifik,” tutup Wicak.