EQUITYWORLD FUTURES – Saham Hong Kong berayun di antara keuntungan dan kerugian seiring hasil awal jajak pendapat untuk referendum pada Inggris di keanggotaan Uni Eropa diumumkan. HSBC Holdings Plc dan Standard Chartered Plc jatuh seiring merosotnya pound Inggris mengancam pendapatan bagi perusahaan dengan yang berhubungan ke negara.

Indeks Hang Seng naik 0,2 persen pada pukul 09:53 waktu setempat, setelah jatuh 1,8 persen dan memperoleh gain 0,8 persen.

HSBC berbasis di London, yang memiliki bobot terbesar kedua di indeks, turun 1 persen dan Standard Chartered merosot 2,3 persen, sedangkan perusahaan utilitas meraih kenaikan. Sterling mengalami pelemahan tertajam sejak 2008 menyusul hasil awal mengindikasikan pemilih condong untuk ke arah meninggalkan Uni Eropa.

Indeks Hang Seng naik ke level 20,881.01, menambah kenaikan lima hari nya menjadi 4,1 persen.

HSBC berbasis di London, yang memiliki bobot terbesar kedua di indeks, turun 1 persen dan Standard Chartered merosot 2,3 persen, sedangkan perusahaan utilitas meraih kenaikan. Sterling mengalami pelemahan tertajam sejak 2008 menyusul hasil awal mengindikasikan pemilih condong untuk ke arah meninggalkan Uni Eropa.

Hong Kong telah membuat persiapan dan memiliki likuiditas yang cukup untuk menghadapi hasil apa pun dalam referendum Brexit,

Saham Hong Kong berayun di antara keuntungan dan kerugian seiring hasil awal jajak pendapat untuk referendum pada Inggris di keanggotaan Uni Eropa diumumkan. HSBC Holdings Plc dan Standard Chartered Plc jatuh seiring merosotnya pound Inggris mengancam pendapatan bagi perusahaan dengan yang berhubungan ke negara.

Hang Seng China Enterprises Index, indeks perusahaan daratan diperdagangkan di Hong Kong, kehilangan 0,5 persen. Shanghai Composite Index, indeks berkinerja terburuk secara global tahun ini, melemah 0,1 persen.

Saham Hong Kong berayun di antara keuntungan dan kerugian seiring hasil awal jajak pendapat untuk referendum pada Inggris di keanggotaan Uni Eropa diumumkan. HSBC Holdings Plc dan Standard Chartered Plc jatuh seiring merosotnya pound Inggris mengancam pendapatan bagi perusahaan dengan yang berhubungan ke negara. – Equity world Futures