EQUITYWORLD FUTURES – Masyarakat Bireuen, Aceh, diberi peringatan keras untuk tidak membakar petasan dan sejenisnya saat menyambut malam Idul Fitri 1436 Hijriyah. Bupati Bireuen Ruslan M. Daud menilai, aktivitas ini dianggap tidak ada manfaatnya, dan diharapkan tidak dilakukan oleh warga.

Di samping berbahaya, membakar petasan dapat memicu kebakaran. Apalagi, kemarau sedang melanda Aceh beberapa waktu terakhir ini.

”Membakar petasan bukan budaya orang Islam dan dilarang oleh agama. Jadi jangan dipelihara perilaku negatif yang tidak ada anjuran itu,” kata Ruslan, Kamis (16/7/2015).

Ruslan mengaku menyikapi persoalan pelarangan ini dengan serius. Tak hanya melalui lisan, imbauan kepada warganya dan kepada para pedagang barang-barang berbahaya tersebut juga diberikan secara tulisan.

Tak hanya itu, setiap saat petugas penertiban yang terdiri dari personil Satpol PP/WH dan instansi terkait dibantu aparat keamanan, juga terus memantau aktivitas warga menyambut Hari Raya Idul Fitri.

”Pedagang juga harus diingatkan untuk tidak menjual petasan jenis-jenis tertentu yang bisa menimbulkan keresahan warga. Bahkan lebih baik untuk sama sekali menutupnya,” tutur Ruslan.

Dia pun mengimbau agar warganya dapat melakukan takbir dan tahmid di setiap masjid, musala, surau serta takbir keliling daripada melalaikan waktu untuk perbuatan sia-sia berupa menyalakan petasan.