EQUITYWORLD FUTURES – Panasnya terik matahari tak membuat lelaki itu berhenti melangkah. Keringat yang telah bercucuran membasahi badannya pun tak diindahkan. Kakinya terus melangkah sambil menarik gerobak yang berisikan air bersih untuk dijual.

Lelaki yang bernama La Mbolode (54), warga Kelurahan Lanto, Kecamatan Betoambari Kota Baubau, itu adalah penjual air bersih keliling dengan menggunakan gerobak.

Dari hasil jerih payahnya itu, Mbolode mengaku bisa membiayai tiga anaknya hingga meraih gelar sarjana di perguruan tinggi di Buton dan Kendari.

“Semuanya saya syukuri kepada Allah, karena saya bisa kuliahkan tiga anak saya dari hasil jualan air ini,” kata La Mbolode, Senin (7/12/2015) kemarin.

Mbolode mengaku mulai berjualan air bersih keliling sekitar tahun 1997. Kala itu dia menjajakan air dari rumah ke rumah dengan harga sekitar Rp 200 per jeriken atau Rp 2.000 per gerobak.

Namun dengan adanya air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di setiap rumah, lelaki yang mempunyai enam anak ini lalu menjual airnya ke kapal-kapal dagang.

“Saya jual per jerigennya Rp 2.000, satu gerobak ada sepuluh jeriken. Airnya saya ambil di sumur umum di Nganganaumala, kemudian saya jual keliling, saya jual di kapal-kapal dagang ke Wakatobi,” ujar dia.

Menurut Mbolode, pekerjaannya ini merupakan pekerjaan kasar, walaupun demikian, pekerjaannya ini juga merupakan olah raga baginya.

“Ini memang pekerjaan keras, tapi kalau kita mau umur panjang, kita harus keluarkan keringat, daripada kita hanya duduk dan baring-baring saja di rumah lebih mudah cepat dapat penyakit,” ucap Mbolode.

Walaupun sekarang ketiga anaknya sudah berhasil menjadi guru dan pegawai negeri sipil, La Mbolode masih terus menekuni pekerjaannya ini.

Ia mengaku sangat bangga bila semuanya anak sukses dan mempunyai penghasilan sendiri. “Saya susah begini yang penting anak saya sukses, ini motivasi saya,” kata dia.

“Kalau tinggalkan harta kepada anak, mereka akan menjadi berantakan. Tapi kalau kita tinggalkan ilmu, mereka akan punya kehidupan yang baik,” tutur Mbolode. G