Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan menegaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia. Buktinya, Pertamina dengan modal itu berhasil masuk ke dalam kelompok 500 perusahaan besar dunia versi majalah Fortune Global (Fortune 500).

“Industri migas atau perusahaan migas itu bisa bertahan karena mengembangkan 3 hal. Pertama SDM, kedua SDM dan ketiga SDM. Sdm memang harus dikembangkan, dan ini jadi alasan Pertamina masuk Fortune 500,” ucap Karen saat membuka Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-7, di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (25/9).

Atas dasar itulah, menurut Karen, Pertamina serius mengembangkan kualitas SDM. Salah satunya dengan menyelenggarakan OSN yang diikuti oleh 35 ribu mahasiswa dari seluruh Indonesia dengan total hadiah senilai Rp 2 miliar.

“Sekarang kita mau bikin bibit yang mau bekerja dan ada keberlanjutan. Kalau mau tahu visi misi Pertamina, setidaknya seminggu sekali membuka website Pertamina,” katanya.

Menurut Karen, salah satu penyebab perusahaan migas di negara lain bisa berkembang lantaran menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi. OSN merupakan program corporate social responsibility (CSR) Pertamina di bidang pendidikan.

“Melalui OSN ini akan mencetak generasi cemerlang yang berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan memiliki kepekaan terhadap permasalahan bangsa.”

Dalam pembukaan OSN, Karen menyerahkan satu mobil listrik pada Universitas Indonesia.

“Ini bentuk Pertamina mendukung alat transportasi ramah lingkungan dan tidak bergantung pada energi fosil yang tak terbarukan.”