EQUITYWORLD FUTURES – Pengacara Direktur PT Traya dan PT Traya Tirta Makassar, Hengky Widjaja, Arfa Gunawan, mengatakan, kliennya diduga meninggal dunia akibat kelelahan seusai mengikuti persidangan.

Hengky meninggal dunia setelah terjatuh di selnya, Rutan Klas I Cipinang, Jakarta Timur, pada Selasa (2/2/2016) malam.

Beberapa hari sebelumnya, Hengky menjalani sidang hingga larut malam.

“Iya kecapaian karena sidang,” ujar Arfa, saat dihubungi, Rabu (3/2/2016).

Hengky meninggal dunia setelah terjatuh di selnya. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Siloam, Jakarta Selatan. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Arfa mengatakan, kliennya sejak lama mengidap sejumlah penyakit. “Komplikasi lah. Paru-paru, jantung, sama ginjal,” kata Arfa.

Arfa menduga, dengan penyakit yang dideritanya dan kondisi fisik yang lelah memperparah keadaan Hengky saat terjatuh di sel.

Hengky merupakan terdakwa perkara korupsi dalam instalansi pengolahan air II Panaikang tahun 2007-2013.

Dalam kasus ini, ia dijerat bersama mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.

Hengky menyuap Ilham agar menjadikan PT Traya sebagai investor dalam rencana kerjasama pengekolaan instalasi pengolahan air.

Ilham pun mengarahkan bawahannya agar memenangkan perusahaan Hengky dalam proses lelang.

Setelah itu, Hengky membuat laporan pra studi kelayakan yang seolah-olah dibuat oleh PT Konsindo Lestari.

Hengky juga melakukan mark up nilai investasi dengan menggunakan hasil pra studi kelayakan dan studi kelayakan fiktif itu.

Perbuatannya tersebut telah memperkaya Hengky dan perusahaannya sebesar Rp 40,339 miliar rupiah dan Ilham sebesar Rp 5,5 miliar.

Atas perbuatannya, Hengky dijerat Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.