Koalisi Merah Putih (KMP) berhasil merebut kursi ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) dari Koalisi Indonesia Hebat. Ini dibuktikan dengan hasil voting yang memenangkan Zulkifli Hasan sebagai ketua MPR. Ketua Fraksi Gerindra MPR Edhie Prabowo mengatakan, kemenangan ini sudah masuk dalam hitung-hitungannya.

“Ya tentunya dalam pertandingan memperhitungkan kemana jalan terbaik, posisi paling baik dan buruknya. Kita sudah memperhitungkan semua dan saya pikir hitungan ini sudah sesuai dengan prediksi kami,” ungkapnya usai pemilihan ketua MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (8/10).

Dia menambahkan, walaupun KMP menduduki posisi ketua DPR dan ketua MPR, tidak memiliki maksud untuk menghalangi program kerja pemerintah selanjutnya, Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Karena, Edhie mengungkapkan, partainya bersama dengan koalisi pendukung Prabowo-Hatta tunduk pada konstitusi.

“Dari pertama kami menyampaikan bahwa tidak ada upaya penjegalan terhadap pemerintahan terpilih, karena itu inkonstitusional bila dilakukan, ini negara demokrasi dengan cara demokrasi Indonesia kita harus membuat pemerintahan berjalan baik,” tutupnya.

Setelah melalui voting secara tertutup, akhirnya Zulkifli Hasan terpilih sebagai ketua MPR periode 2014-2019. Sedangkan wakil ketua MPR yang terpilih adalah Mahyuddin, EE Mangindaan, Hidayat Nur Wahid, dan Oesman Sapta Odang.

Paket A terdiri dari Oesman Sapta Odang sebagai calon Ketua MPR, Ahmad Basarah sebagai Calon Wakil Ketua MPR, Imam Nachrawi jadi Calon Wakil Ketua MPR, Patrice Rio Capella sebagai Calon Wakil Ketua MPR, Hasrul Azwar sebagai calon wakil ketua MPR.

Sedangkan paket B yaitu Calon ketua MPR Zulkifli Hasan, Calon wakil ketua MPR: Mahyuddin, EE Mangindaan, Hidayat Nur Wahid, dan Oesman Sapta Odang.

Paket A memperoleh suara 330, sementara paket B memperoleh 347 suara dan abstain 1 suara. Paket A ini terdiri dari fraksi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat, dan paket B diisi oleh Koalisi Merah Putih.