Pemerintah Kota Semarang mengancam akan mencabut izin belasan tempat usaha ilegal di wilayahnya. Pasalnya, saat ini masih banyak tempat usaha belum melengkapi dokumen Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Berdasarkan hasil sidak petugas Satuan Polisi Pamong Praja bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, diketahui ada belasan tempat usaha yang beroperasi tanpa melengkapi izin usahanya, seperti di Family Fun Jalan Imam Bonjol, Resto Rodjo Jalan Pemuda, Hotel Sumy Jalan Gajah Mada, Spa Aromatherapy Jalan Erlangga, Guest House Jalan MT Haryono, Cafe Mom an Milk Jalan Muria, RM d’Shushi dan Okane di Jalan Kawi, Korean BBQ dan Strada Caf Jalan S Parman.

“Rata-rata mereka tidak punya TDUP. Apabila izin usahanya tidak dilengkapi, maka akan kami tutup. Itu tindakan tegas dari kami,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Gurun Risyadmoko, Jumat (29/8).

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Industri Pariwisata, Disbudpar Kota Semarang, Giarso Sapto, menjelaskan, dia telah berulang kali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke semua tempat usaha tersebut. Namun, hasilnya mereka juga tak kunjung melengkapi perizinan usahanya.

“Dari hasil sidak, masih ada pengusaha tidak memiliki TDUP padahal sudah berulang kali kami minta agar melengkapinya,” urainya.

Apabila tidak segera dilengkapi, kata dia, maka Pemkot akan melayangkan surat peringatan kepada mereka. Surat peringatan itu akan ditindaklanjuti dengan pembekuan izin usaha. Namun jika masih nekad tidak diurus, maka akan dicabut izin usahanya.

“Mayoritas tempat usaha yang belum mengurus TDUP bermasalah dengan IMB dan HO mereka,” tandas dia.