Sebuah domain yang lebih pendek bagi Indonesia, .id, kini bisa didapatkan oleh masyarakat atau brand yang dimiliki orang Indonesia.

Domain baru ini diperlukan mengingat pertumbuhan penggunaan internet di Indonesia telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, pengguna internet di Indonesia membutuhkan domain yang pendek dan mudah diingat.

Ini juga merupakan kesempatan yang baik bagi perusahaan yang sudah mapan maupun baru untuk mendaftarkan dan mengamankan nama domain menarik yang mungkin saja bisa bermanfaat bagi perusahaan di masa depan.

Mulai kemarin, penjualan domain ini telah memasuki tahap prioritas terakhir yang disebut fase Landrush. Untuk berpartisipasi, pendaftar harus membayar biaya administrasi sebesar Rp 100 ribu dan biaya akuisisi minimal Rp 1 juta. Jika ada domain yang didaftarkan secara bersamaan oleh dua pihak atau lebih, maka akan dilelang kepada penawar tertinggi.

Pada tanggal 17 Agustus nanti, nama domain akan dijual kepada masyarakat umum. Dalam fase ini, biaya administrasi dan akuisisi akan digratiskan. Domain kemudian dapat diperoleh dengan sistem first-come, first-served dengan biaya tahunan maksimal Rp 500 ribu.

Akuisisi domain ini telah melewati dua tahap: Sunrise (bagi perusahaan global mapan yang memiliki merek dagang) dan Grandfather (untuk perusahaan-perusahaan besar Indonesia).

Apple sudah berpartisipasi, dengan memperoleh nama domain apple.id, applestore.id, dan appstore.id. Google Indonesia juga telah memperoleh nama domain google.id. Startup lokal seperti Traveloka, Disdus Groupon dan Zalora juga ikut meramaikan akuisisi domain ini dengan membeli beberapa domain untuk perusahaan mereka sendiri.