EQUITYWORLD FUTURES – Sejak serpihan pesawat dan jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501 jurusan Surabaya-Singapura ditemukan Selasa (30/12) pagi, kesibukan di Bandara Juanda semakin meningkat. Jenazah yang sudah dievakuasi di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah kemudian diterbangkan ke Surabaya untuk kemudian diidentifikasi tim kesehatan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Di tengah kerumunan petugas yang sibuk mengevakuasi jenazah penumpang AirAsia QZ8501, tampak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sejak pesawat AirAsia QZ8501 dinyatakan hilang, Wali Kota Tri Rismaharini ikut sibuk mendata warganya yang menjadi penumpang.

Di Bandara Juanda, Risma tidak hanya duduk berdiam menyaksikan kesibukan petugas. Politikus PDIP ini juga terjun langsung membopong keluarga korban yang pingsan saat Basarnas menemukan jenazah korban.

Karena kerja kerasnya yang selalu tampil all out ini, Risma bahkan sempat hampir ambruk di Juanda.

1. Berada di Juanda sejak hari pertama QZ8501 dinyatakan hilang

Risma, selaku wali kota merasa ikut bertanggung jawab atas keselamatan seluruh warganya, termasuk yang menjadi penumpang pesawat nahas itu. Dia memutuskan berkantor sementara di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo. Pemkot mendirikan posko informasi AirAsia.

Risma tampak berkomunikasi dengan keluarga korban yang mengaku sebagai warga Surabaya. “Ya ini gimana, kok nggak cocok dengan identitasnya. Tapi bener dia warga Manukan. Nanti akan kita cocokkan,” kata Risma kepada salah satu keluarga korban yang melapor ke Posko Pemkot Surabaya di Terminal 2 Bandara International Juanda Surabaya, Senin (29/12) lalu.

Risma merinci, dari data yang masuk Minggu malam kemarin, ada sekitar 77 warga Surabaya yang ikut menumpang AirAsia nahas tersebut. “Sampai sekarang ada tambahan, sekarang sudah ada 81 warga Surabaya,” katanya.

2. Berkantor di Juanda

Sejak pesawat AirAsia hilang kontak, Risma sehari-hari memilih berkantor di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo. Risma tampak sibuk mendata warganya yang menjadi penumpang AirAsia.

Setiap kali datang ke posko, Risma tampak berbincang pada keluarga penumpang. Risma mencoba menenangkan keluarga korban.

Sesekali Risma ikut mengecek data penumpang. Kemudian kembali lagi dan berbincang dengan pejabat di Pemkot Surabaya.

3. Sediakan tempat kremasi pemakaman korban AirAsia QZ8501

Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini mengaku telah menyiapkan tempat kremasi untuk korban AirAsia QZ8501 di rumah duka Adi Jasa, Jalan Demak, Surabaya.

“Saya tadi sudah menemui pihak Adi Jasa untuk menyediakan tempat persemayaman di Adi Jasa. Tapi mereka tidak bisa menyediakan satu per satu kamar. Mereka bisanya massal. Kapasitasnya bisa menampung sampai 80-an,” terang Risma saat meninjau keluarga korban di Mapolda Jawa Timur, Kamis (1/1).

Namun, dikatakan Risma, semua tergantung permintaan keluarga korban. “Di Adi Jasa itu kan menyediakan per kamar untuk satu keluarga. Ada kamar-kamar untuk kremasi itu. Tapi (untuk korban AirAsia yang berjumlah banyak) Adi Jasa tidak bisa menampung satu persatu, maunya massal,” ulang Risma.

4. Hampir pingsan di Juanda

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dikabarkan hampir pingsan saat berada di Posko Ante Mortem Polda Jawa Timur, untuk menemui keluarga korban AirAsia QZ 8501, Kamis (1/1). Namun, Risma mampu menguasai diri dan langsung meminum obat.

Informasinya, peristiwa ini terjadi setelah Risma melayani wawancara dengan wartawan, termasuk dari media asing di depan Posko Ante Mortem.

Usai wawancara, Risma dan beberapa stafnya masuk ke ruang tertutup Posko Ante Mortem, yang menampung seluruh keluarga korban AirAsia QZ 8501, yang nahas pada Minggu pagi lalu (28/12).

Sesaat setelah masuk, wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu dikabarkan terjatuh dan pingsan. Risma menemui keluarga korban dalam rangka membantu mengurus dokumen pengurusan jenazah korban AirAsia.

Namun, Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser membantah kalau Risma sempat pingsan. “Ndak pingsan. Cuma lemes saja, mungkin ibu (Risma) kecapean. Kalau pingsan ya saya tadi nggak di luar,” aku Fikser di depan Posko Ante Mortem.