EQUITYWORLD FUTURES – Pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah mengamankan 87 buah bom rakitan dari berbagai jenis dalam pelaksanaan operasai Tinombala 2016 di Poso yang digelar sejak Januari 2016.

Selain mengamankan 87 buah bom rakitan, Satuan Tugas (Satgas) operasi Tinombala juga ikut mengamankan senjata api organik dan rakitan dari berbagai jenis sebagnyak 18 pucuk serta amunisi 190 butir.

AKBP Hari Suprapto selaku Humas Operasi Tinombala 2016 menjelaskan bahwa sejak pelaksanaan operasi Tinombala 2016 yang melibatkan ribuan pasukan gabungan TNI-Polri di wilayah Poso telah mengamankan ratusan jenis barang bukti milik para DPO kelompok Santoso.

EQUITYWORLD FUTURES : Seluruh barang bukti yang telah diamankan di Mapolda Sulteng tersebut merupakan hasil temuan Satgas di lapangan, baik saat kontak senjata ataupun dalam pelaksanaan operasi rutin yang dilakukan Tim selama operasi berlangsung.

“Selama pelaksanaan operasi Tinombala 2016, Satgas setidaknya sudah berhasil mengamankan barang bukti bom, senjata dan amunisi yang seluruhnya adalah milik kelompok Santoso,” tutur Hari, Kamis (14/7/2016).

Secara rinci, Hari yang juga adalah Kabid Humas Polda Sulteng tersebut mengakui, selain mengamankan barang bukti tersebut, pihaknya juga menangkap 20 orang DPO kelompok Santoso, baik hidup ataupun yang telah dinyatakan meninggal dunia.

Ke-20 orang yang berhasil ditangkap tersebut meliputi 11 orang meninggal dunia dalam kontak senjata, 6 orang tertangkap hidup, 3 orang ditemukan kondisi mayat dan 3 orang lainnya tertangkap petugas saat hendak bergabun dengan kelompok Santoso.

“Meskipun belum berhasil menangkap Santoso, namun setidaknya dalam Operasi Tinombala 2016, tim gabungan telah berhasil mengamankan barbuk dan puluhan DPO,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam pelaksanaan Operasi Tinombala yang digelar oleh tim gabungan TNI-Polri sejak 10 Januari 2016, jumlah DPO jaringan Santoso mencapai 41 orang, termasuk pimpinan teroros Poso, Santoso Alias Abu Wardah.

Hingga Kamis (14/7/2016), Satgas operasi Tinombala 2016 di Poso masih memburu sedikitnya 21 orang DPO lagi yang diperkirakan masih berada dan bersembunyi di wilayah pegunungan kecamatan Poso Pesisir dan Kecamatan Lore Peore Bersaudara. – Equity wolrd Futures