EQUITYWORLD FUTURES – Apa yang biasanya Anda lakukan untuk mengatasi penat dan stres saat bekerja di kantor? Beberapa karyawan biasanya memilih untuk makan di luar kantor, bermain permainan sederhana sejenak, hingga tidur sesaat untuk mengusir stres di tengah padatnya pekerjaan di kantor. Namun, sebuah perusahaan teknologi di China memiliki cara unik untuk mengusir stres dan penat para karyawannya.

Perusahaan ini memilih untuk memotivasi dan menyemangati karyawan dengan cara merekrut para gadis cantik pemandu sorak atau yang biasa disebut cheerleader . Cara perusahaan tersebut pun menuai kontroversi di media sosial setempat. Menurut Trending, sebuah situs jejaring sosial di China, para gadis cantik dan berbakat secara khusus direkrut untuk menciptakan lingkungan dan suasana kerja yang menyenangkan bagi karyawan.

DAILYMAIL.CO.UK Para gadis cantik dan berbakat secara khusus direkrut untuk menciptakan lingkungan dan suasana kerja yang menyenangkan bagi karyawan.

“Pekerjaan mereka termasuk membelikan makanan untuk sarapan para programmer, mengobrol santai dengan para karyawan, dan bermain pingpong bersama para karyawan. Mereka disebut para pemandu sorak yang telah diprogram,” tulis laporan Trending.

Untuk menjadi para pemandu sorak yang menyemangati karyawan tersebut, para gadis bukan hanya langsung bekerja dan menyambangi meja-meja kerja para karyawan. Sebuah foto menampilkan para gadis tengah dilatih dan diberi pengarahan di dalam sebuah ruangan di kantor oleh seorang karyawan senior.

Layaknya seorang pemandu sorak dalam berbagai pertandingan olahraga, para pemandu sorak di perusahaan tersebut pun mengenakan busana berwarna cerah dan penampilan yang menarik. Sebuah foto lain menunjukkan para gadis tengah berbincang dengan para karyawan ketika mereka tengah bekerja. Mereka pun terlihat tertawa dengan para karyawan pria dan berpartisipasi dalam kontes menyanyi kecil-kecilan.

DAILYMAIL.CO.UK Kehadiran gadis pemandu sorak diharapkan dapat meningkatkan pergaulan sosial di lingkungan perusahaan

Seorang manajer personalia di perusahaan teknologi tersebut mengatakan bahwa ia merekrut setidaknya tiga orang gadis untuk menjadi pemandu sorak. Alasannya ternyata sederhana, sebab para programmer di perusahaan teknologi rata-rata adalah kaum pria dan tidak mudah dalam bersosialisasi.

Oleh sebab itu, kehadiran para gadis pemandu sorak ini diharapkan dapat meningkatkan pergaulan sosial di lingkungan perusahaan. “Kehadiran para gadis telah secara efektif memperbaiki efisiensi kerja dan motivasi para karyawan,” sebut sang manajer.