EQUITYWORLD FUTURES – Sebuah paket narkoba jenis ganja seberat 15 kilogram mendarat di sebuah rumah di kawasan Arizona, Amerika Serikat (AS) pada tengah malam tanggal 8 September lalu.

Saat malam kejadian, pemilik rumah mengaku mendengar suara keras menimpa atap garasi. Anjing-anjing pun menyalak. Namun, tidak satu pun dari pihak keluarga tersebut yang berani memastikan apa yang terjadi di luar rumahnya.

“Awalnya, mereka pikir itu guntur,” kata Detektif Robert Ferros dari kepoliian Nogales seperti  dikutip CNN.com.

Keesokan paginya, pihak keluarga mendapati atap garasinya telah bolong akibat kejatuhan paket tersebut.

Mereka juga menemukan sebuah paket terbungkus plastik hitam yang telah dilakban, tepat di dalam kandang anjing kosong yang jebol bagian atapnya.

Keluarga itu lantas menelepon polisi untuk memeriksa paket tersebut. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mendapati paket tersebut berisi ganja seberat 15 kilogram.

“Kemungkinan ganja dijatuhkan oleh pesawat kecil yang bisa membawa paket tersebut,” lanjut Robert Ferros.

Polisi menduga, pelaku berencana menjatuhkan paketan tersebut di titik yang telah ditentukan. Namun, rencana tersebut gagal dan paket pun terjatuh di pemukiman penduduk.

“Biasanya mereka tidak mendarat di rumah. Polisi kerap menemukan paket narkoba jenis ganja di pinggiran kota atau di padang pasir,” terang Robert.

Berdasarkan harga pasaran terkini, paket tersebut ditengarai mencapai Rp 148 juta (dengan kurs Rp 14.800 per dollar AS).

Namun, paket ganja tersebut masih dalam kategori kecil. Pasalnya, sebelumnya, polisi pernah menemukan paket ganja seberat hingga ratusan kilogram.

Tahun lalu, kata Robert, polisi menemukan delapan paket ganja di sebuah keranjang besi rumah warga.

Terkadang, penyelundup juga menggunakan ketapel untuk melemparkan paket narkoba dari Meksiko ke arah perbatasan Meksiko dengan AS.

Nogales sendiri berada di perbatasan AS. Sedangkan rumah tempat ditemukan paket ganja tersebut, hanya berada sekitar 300 meter dari Meksiko.