EQUITYWORLD FUTURES – Gayatri Wailissa (17) remaja asal Ambon yang mendunia karena keahliannya menguasai 13 bahasa asing, Kamis (23/10/2014) sekira pukul 19.15 WIB meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo d kawasan Menteng Jakarta Pusat. Gayatri meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut selama empat hari.

Oleh dokter yang menanganinya, Gayatri didiagnosa menderita pendarahan di otak. Orang tua, Dedy Darwis Wailissa yang dihubungi dari Ambon, Kamis malam mengatakan putrinya kesayangannya itu meninggal dunia setelah empat hari dirawat di ruang ICU di rumah sakit tersebut.

“Menurut dokter Agus yang menanganinya, anak saya meninggal karena pembuluh darah otaknya pecah, sebelum meninggal dunia, anak saya sempat dirawat selama empat hari,” ungkap Dedy.

Dia mengatakan sebelum dibawa ke Rumah Sakit Abdi Waluyo, Gayatri sempat mengeluh pusing kepada teman-temannya sesaat setelah berolahraga bersama teman-temannya itu di Taman Suropati. Oleh kerabatnya, Gayatri lalu dibawa ke rumah sakit tersebut untuk mendapat perawatan medis.

“Dia mengeluh pusing sehabis berolah raga bersama teman-temannya sebelum dibawa ke rumah sakit,” ujar Dedy.

Direncanakan, jenazah Gayatri akan diterbangkan ke Ambon dengan menggunakan pesawat Garuda untuk dimakamkan di Ambon, Jumat (24/10/2014). Meski merasa kehilangan Dedy mengaku ikhlas atas cobaan yang dihadapinya tersebut.

“Besok (hari ini) jenazah anak saya akan dibawa pulang ke Ambon untuk dimakamkan,” katanya.

Gayatri Wailissa Gayatri pernah mewakili Indonesia dalam Convention on the Right of the Child (CRC) atau Konvensi Hak-Hak Anak tingkat ASEAN di Thailand. Dalam forum tersebut Gayatri juga diberikan kepercayaan sebagai penerjemah dalam forum itu, berkat penguasaannya dalam bidang bahasa itulah, Gayatri dijuluki sebagai Doktor cilik dari Indonesia.

Gayatri sendiri menguasai lebih dari 11 bahasa diantaranya, bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Perancis, Korea, Jepang, India, Rusia, Thailand dan Filipina dan bahasa Tagalok.

Sebelumnya, Kompas.com menelusuri kabar ini, dengan menghubungi RS Abdi Waluyo yang berlokasi di Jakarta Pusat. Petugas yang menerima telepon itu spontan menjawab, “Tidak benar itu. Berita di media itu tidak benar. Dari manajemen belum menyatakan dia meninggal. Belum ada kabar dari manajemen.” (Baca: RS Abdi Waluyo Bantah Gayatri Duta ASEAN Meninggal)

Jawaban spontan tersebut muncul ketika nama Gayatri Wailissa disebut dalam upaya konfirmasi tersebut. Namun petugas yang mengaku bernama Junita tersebut kembali menolak memberikan keterangan lebih lanjut dan mempersilakan bertanya pada manajemen rumah sakit pada jam kerja.

Keterangan tambahan dari Junita setelah ditelepon berulang kali menyebutkan hingga Kamis menjelang tengah malam, jantung Gayatri masih memompa. “Berita di media itu tidak benar. Kasihan keluarganya,” ujar dia.