Akhir perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi. IHSG turun 54 poin atau 1,04 persen ke 5.142 setelah bergerak di antara 5.129 – 5.190.

“IHSG ditutup terkoreksi signifikan bersamaan dengan penurunan indeks regional dan Eropa,” ujar Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, Fath Aliansyah Budiman, Jakarta, Rabu (10/9).

Sebanyak 71 saham naik, 255 saham turun, 66 saham tidak bergerak, dan 158 saham tidak ditransaksikan. Hari ini, investor membukukan transaksi sebesar Rp 5,43 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp4,60 triliun dan transaksi negosiasi Rp 839,52 miliar. Secara total, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 816 miliar.

Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih sebesar Rp 543 miliar. Seluruh sektor terkoreksi, dipimpin oleh sektor tambang yang turun 3,14 persen dan sektor perkebunan yang terkoreksi 2,11 persen.

Saham di sektor pertambangan yang paling melemah adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO, Rp4.150) yang turun 7,16 persen dan PT Elnusa Tbk (ELSA, Rp620) yang turun 6,06 persen.

Di sektor perkebunan, saham yang paling melemah adalah PT BW Plantation Tbk (BWPT, Rp 1.000, BUY, TP Rp1.750) sebesar -5,21 persen dan PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA, Rp356) sebesar -4,56 persen.

Saham Asia mayoritas melemah. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Straits Times di Singapura turun sebesar 0,05 persen dan indeks Hang Seng di Hong Kong yang terkoreksi 1,93 persen.

Di pasar valas, nilai tukar rupiah juga melemah 42 poin (turun 0,36 persen) ke Rp 11.814 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp 11.763-11.822 per dolar AS.