EQUITYWORLD FUTURES – Perum Perusahaan Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) mengaku belum menghasilkan selama hampir sepekan pengoperasian layanan transjabodetabek rute Bekasi dan Tangerang. Penyebabnya karena masih minimnya penumpang yang menggunakan layanan bus tersebut.

“Untuk sementara dari hasil pendapatan masih belum bisa menutup biaya operasi,” kata Direktur Utama PPD Pande Putu Yasa kepada Kompas.com, Senin (31/8/2015).

Pande mengatakan, masih minimnya penumpang membuat pihaknya untuk sementara ini belum akan menambah jumlah operasional bus. “Kita melihat jumlah penumpang belum maksimal,” ujar dia.

Meski tak menutup biaya operasi, Pande optimistis layanan bus program dari Kementerian Perhubungan itu nantinya akan diminati. Ia menilai, masih minimnya penumpang karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.

Dia menyatakan, langkah-langkah yang akan diambil ke depannya adalah lebih memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan cara penyebaran pamflet dan brosur, terutama di halte-halte transjakarta.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan PT Transjakarta agar integrasinya bisa lebih bisa dimaksimalkan. Supaya masyarakat bisa mencapai tujuàn dengab tidak berganti bus berulang-ulang,” ucap Pande.

Transjabodetabek merupakan layanan bus program dari Kementerian Perhubungan. Bus-busnya pun dibeli dari anggaran kementerian ini. Sedangkan Perum PPD merupakan perusahanan bus yang ditunjuk untuk menjadi operator layanan bus tersebut.

Pembukaan rute menuju Bekasi dan Tangerang merupakan kelanjutan dari layanan transjabodetabek rute Tangerang Selatan, tepatnya dari Ciputat-Blok M yang telah beroperasi sejak Oktober 2014.

Sebenarnya, pembukaan rute Bekasi dan Tangerang berbarengan dengan pembukaan rute Depok. Namun, pembukaan rute Depok mengalami penundaan karena adanya masalah teknis.