Pesawat luar angkasa buatan Eropa, Rosetta, hari ini bertemu berpapasan dengan komet berbentuk unik, 67P/ChuryumovGerasimenko, atau yang biasa disebut dengan ‘Chury’. Apa saja yang akan dilakukan oleh Rosetta?

Tepat pukul 15:00 WIB hari ini (06/08/14), Rosetta akan berada pada jarak yang cukup dengan komet Chury, diperkirakan dalam radius kurang dari 100 kilometer. Rosetta sendiri dibuat untuk melakukan analisis terhadap debu dan gas yang keluar dari komet tersebut.

Saat sudah sangat dekat, hingga berjarak sekitar 25 sampai 30 kilometer, Rosetta akan menjatuhkan sebuah perangkat sensor bernama ‘Philae’ ke inti komet Chury. Philae berfungsi mengukur kepadatan dan suhu dari komet yang memiliki inti selebar 4 kilometer dan mengelilingi tata surya sejak 4,6 miliar tahun tersebut.

Selanjutnya, Philae akan menggali inti dan membakar batuan komet di beberapa tingkat panas untuk mendapatkan data tentang komposisi komet. Hasil analisis akan dikirimkan ke peneliti ESA (European Space Agency) beberapa bulan ke depan, mengingat Philae baru dijadwalkan mendarat di inti komet pada bulan November nanti.

Analisis terhadap komet dianggap dapat memberikan bukti terbaru tentang asal usul air di Bumi. Sebab, komet yang dulu sering menghantam Bumi dipercaya sebagai pembawa bahan baku air yang kini menutupi hampir 2/3 kerak Bumi.

Sayangnya, perangkat monitor Philae diprediksi akan mati ketika komet Chury bergerak melewati Matahari. Namun Philae sejatinya didesain agar mampu bertahan di inti komet untuk mengelilingi Matahari beberapa kali sebelum akhirnya terlepas.

Komet Chury kini tengah berada pada jarak 185 juta kilometer dari matahari dan akan melanjutkan perjalanan hingga jarak terjauhnya dari matahari, yakni 800 juta kilometer,