FX Yohan Yap alias Yohan dituntut hukuman dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Terdakwa suap Bupati Bogor Rahmat Yasin itu juga diharuskan membayar denda Rp 150 juta atau subsider tiga bulan penjara. Yohan dianggap terbukti bersalah melakukan suap dalam dugaan tukar menukar kawasan hutan menjadi komersial.

Hal itu terungkap dalam sidang tuntutan kasus suap kepada Bupati Bogor Rachmat Yasin sebesar Rp 4,5 miliar atas nama PT Bukit Jonggol Asri, di Pengadilan Negeri Tipikor Kelas 1A Bandung, Rabu (10/9).

JPU dari KPK Suryaneli menyebut bahwa terdakwa Yohan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam pasal 5 ayat 1 UU Tipikor.

JPU di situ meminta kepada majelis hakim yang dipimpin Nurhakim untuk mengadili dan memutuskan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

“Maka dari itu menjatuhkan pidana selama dua tahun, denda Rp 150 juta, subsider kurungan tiga bulan penjara,” katanya dalam persidangan.

Untuk hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang tengah gencar-gencar memberantas korupsi. Adapun untuk yang meringankan terdakwa bersifat sopan, kooperatif dan bertindak sebagai justice collaborator.

Menanggapi tuntutan yang diberikan JPU terdakwa mengatakan akan menyiapkan pledoi atau nota pembelaan. Sidang pun ditunda pekan depan dengan agenda pembacaan pledoi dari terdakwa.

FX. Yohan YAP alias Yohan didakwa telah melakukan suap kepada Bupati Bogor Rahmat Yasin sebesar Rp 4,5 miliar terkait tukar menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri. Dalam dakwaannya disebutkan terdakwa telah memberi Rp 4,5 miliar dari Rp 5 miliar yang dijanjikan kepada Bupati Bogor Rachmat Yasin yang diantaranya Rp 1,5 miliar diberikan melalui Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, HM. Zairin.

Duit itu diberikan agar RY bisa menerbitkan surat nomor 522/624/-Distanhut, perihal rekomendasi tukar menukar kawasan hutan atas nama PT. Bukit Jonggol Asri kepada Menteri Kehutanan RI.