EQUITYWORLD FUTURES – Tidak ada yang bisa memprediksi mengenai apa yang terjadi di masa depan, terutama soal usia dan kesehatan tubuh. Kehidupan tercipta dengan segenap risiko. Beberapa di antaranya adalah terpapar penyakit mematikan, kecelakaan, hingga musibah yang bisa menelan harta benda.

Oleh karena itu, sebagai manusia yang cerdas dan bijak, kita sepatutnya pintar melindungi diri dengan cara meminimalisir kerugian dari segala risiko tersebut di atas.

Boyke Andreas, HR & GA Division Head PT Asuransi Jiwa Recapital, mengatakan bahwa pada dasarnya produk asuransi adalah produk jasa yang sifatnya proteksi atau melindungi pemegang polis dari risiko di masa depan. Namun, kini asuransi pun hadir dengan produk yang lebih beragam, seperti misalnya guna membantu merencanakan pendidikan hingga investasi.

Selanjutnya, Boyke memaparkan bahwa ada hal-hal yang wajib Anda perhatikan sebelum memilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Pertama,  Anda perlu mengenali hal apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan Anda, sehingga Anda tidak terhindar dari kesalahan memilih produk yang tidak digunakan atau tidak dibutuhkan.

“Kedua, perhatikan dan pelajari polis dan klausul perjanjian dengan seksama. Misalnya, ada beberapa asuransi yang tidak menjamin penyakit kritis. Baca polis, baru kemudian bisa negosiasi. Ada juga beberapa asuransi yang tidak menjamin penyakit yang ada sebelumnya atau bawaan, misalnya diabetes atau kelainan jantung. Ada juga beberapa asuransi yang memasukkan itu,” ujar Boyke kepada Kompas Female di sela-sela acara Feminite, Kompas.com Female Intimate Moment, di Senayan Golf Driving Range, Selasa (28/4/2015).

Selain itu, lanjut Boyke, apabila klausul perjanjian sesuai dengan apa yang Anda inginkan, maka kemudian perusahaan akan menerbitkan polis. Setelah polis terbit, Anda diwajibkan membayar premi asuransi untuk keperluan pengajuan klaim apabila risiko terjadi sewaktu-waktu. Perhatikan tanggal pembayaran premi guna menghindari keterlambatan membayar.

“Kalau di perusahaan kami, Relife Insurance, biasanya akan diingatkan sebulan sebelum jatuh tempo. Lalu, nanti seminggu sebelumnya akan diingatkan lagi. Kami juga akan tanya bagaimana klien mau membayar, mau bayar langsung atau lewat auto debet,” jelas Boyke.

Boyke mengungkapkan, pihaknya dan perusahaan asuransi lainnya menyediakan fasilitas auto debet dengan melakukan kerjasama dengan bank. Tujuannya, nasabah pemegang polis dapat memperoleh kemudahan dalam membayar premi asuransi mereka. Boyke memaparkan, pembayaran premi yang tepat waktu akan menghindari risiko pemrosesan klaim.