EQUITYWORLD FUTURES – Joko Widodo alias Jokowi, dipandang sebagai sosok yang pantas menggantikan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebagai sosok pemimpin, Jokowi menempati urutan teratas, atau unggul dari putri Mega, Puan Maharani.

“Bahwa dari hasil jajak pendapat simpatisan PDIP ditemukan bahwa PDIP lebih layak dipimpin oleh kader muda, alasannya tantangan kedepan PDIP akan semakin Berat karena harus mempertahankan kemenangannya di tahun 2019,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring, Fahmi Hafel melalui siaran persnya, Kamis (4/12).

Dalam survei yang dilakukan Indonesia Development Monitoring, sebagian besar simpatisan PDIP memilih Jokowi sebagai sosok pemimpin berikutnya. Jokowi mendapat 45,3 persen dukungan, angka ini jauh di atas Puan yang hanya mendapat 25,4 persen dukungan.

“Karena rakyat khususnya wong cilik merasakan kehadiran PDIP di tengah tengah mereka,” kata Fahmi.

Selain Jokowi dan Puan, kader PDIP lainnya, Effendi simbolon yang dikenal vokal mengkritisi kebijakan pemerintah masuk ke dalam urutan tiga besar dengan perolehan 20,1 persen dukungan. Sedangkan, wali kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang sempat berpasangan dengan Jokowi sebelum terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta berada di urutan paling buncit dengan 6,3 suara.

Sekedar diketahui, PDIP akan kembali melaksanakan kongres pada April mendatang. Banyak pihak yang menduga, kongres tersebut hanya untuk menetapkan Megawati Soekarnoputri kembali diangkat sebagai Ketua Umum periode 2015-2020.

“Secara bulat dan aklamasi mengusulkan Ibu Megawati Soekarnoputri untuk memimpin PDI Perjuangan pada periode 2015-2020 yang akan diputuskan dan ditetapkan pada Kongres IV Partai tahun 2015,” kata Puan Maharani saat kongres PDIP di Semarang, Jawa Tengah lalu.

Survei berlangsung pada 25 November sampai 1 Desember 2014 dengan jumlah Responden 2.964 simpatisan PDIP seluruh Indonesia dengan Tingkat kepercayaan 95 persen dan Margin of Error 1,8 persen. Gaya blusukan Jokowi menurut sebagian besar simpatisan PDIP memberi dampak positif apabila ia menjadi Ketua Umum Partai pemenang pemilu 2014 itu.