EQUITYWORLD FUTURES – Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti mengaku pada mulanya enggan menanggapi kabar bahwa Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara kasus Motor Vessel (MV) Silver Sea II.

“Wartawan suka nakal, awal-awal itu tanya terus komentarnya bagaimana Profesor Yusril jadi pengacaranya SS II. Tadinya saya enggak mau komentar, jadi komentar,” kata Susi di Jakarta, Kamis (11/2/2016).

Namun pada akhirnya Susi berfikir dan mengaku memang disayangkan tokoh nasional sekaliber Yusril menjadi pengacara kapal maling. “Menyayangkan tokoh nasional sekaliber beliau, membela IUU fishing,” imbuh Susi.

Lebih lanjut Susi juga menerangkan, belakangan Yusril juga menilai Susi menunda-tunda proses pengadilan kasus SS II. (baca: Disomasi Yusril Ihza Mahendra, Ini Jawaban Pihak Menteri Susi)

Susi menjelaskan, memang KKP wajib melengkapi bukti-bukti untuk proses pengadilan. Dia pun menegakan, sebagai menteri tidak ada diskresi dalam proses pengadilan.

“Sebagai orang yang menjunjung good governance, kalau ditolak pengadilan ya kita perbaiki. Tidak ada istilan saya mengadili pengadilan. Kita tunduk dan patuh sebagai insan yang mengerti hukum dengan segala keterbelakangan pendidikan saya,” kat Susi.

Sebagai informasi, kasus kapal SS II menjadi menarik, bukan hanya besarnya kapal dan potensi kerugian negara akibat penangkapan ikan ilegal. Melainkan, masuknya Yusril sebagai pengacara SS II. Baik Yusril maupun Susi sama-sama saling melempar sindiran tidak hanya lewat pemberitaan, tetapi juga media sosial.