EQUITYWORLD FUTURES – Sport Utility Vehicle (SUV) pertama dari produsen otomotif Lamborghini, Urus, sudah dikonfirmasi akan masuk jalur perakitan pada 2017 atau 2018 mendatang. Setelah diproduksi di Sant’Agata Bolognese, Bologna, Italia, pabrikan mobil berlogo “banteng mengamuk” ini pun akan menghadirkannya untuk pasar otomotif Indonesia.

General Manager Automobili Lamborghini Asia Pacific Andrea Baldi, menjelaskan, SUV Urus baru akan diproduksi secara global dalam waktu dua atau tiga tahun kedepan, untuk pasar Indonesia, rencananya akan dijual selang empat sampai lima tahun setelah masuk jalur perakitan massal.

“Kemungkinan besar hadir di Indonesia empat atau lima tahun setelahnya. Tapi kami akan melihat kondisi pasarnya terlebih dulu, itu masih sangat fleksibel,” ungkap Baldi dalam acara Press Conference dengan media otomotif nasional di acara Lamborghini Blancpain Super Trofeo yang berlangsung di Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2015).

Baldi melanjutkan, Lamborghini akan selalu mengikuti tren pasar yang sedang berkembang, termasuk memproduksi SUV. Permintaan kendaraan tersebut secara global tengah meningkat. Maka untuk tetap bersaing dengan produsen otomotif lainnya, Lamborghini memutuskan membuat Urus yang platformnya diambil dari basis Audi Q7.

“Kendaraan itu juga dibuat dengan teknologi yang modern, tentunya dengan berbagai keunggulan yang dimiliki,” kata Baldi.

Pertama kali, Lamborghini memamerkan konsep Urus pada 2012 lalu di Beijing Motor Show. Keputusan untuk memboyong ke jalur perakitan cukup a lot, yakni sekitar tiga tahun. Rencananya, Urus akan diproduksi sebanyak 3.000 unit per tahun.