PT Transmart Carrefour menargetkan akan mempekerjakan 150 karyawan penyandang cacat atau disabilitas hingga akhir tahun ini. Angka ini sudah sesuai dengan UU No 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat dan Peraturan Pemerintah No 43 tahun 1998 tentang Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat.

Dalam aturan itu disebutkan perusahaan wajib mempekerjakan pekerja dengan kebutuhan khusus atau disabilitas sekurang kurangnya satu persen dari total karyawan. Saat ini, total karyawan Carrefour keseluruhan adalah 15.000 orang.

Humas Resources Director PT Trans Retail Indonesia, Herni Dian mengakui keberadaan penyandang cacat di Carrefour tidak mengganggu pelayanan konsumen. Selama ini tidak ada pelanggan yang komplain mengenai pekerja ini.

“Sama sekali tidak ada yang komplain dari customer. Customer suka saja,” ucap Herni di Jakarta, Jumat (26/9).

Dalam pelayanannya, pekerja penyandang disabilitas diberi logo dan baju berbeda dengan pekerja lainnya. Misalnya di belakang bajunya akan tertulis tuna rungu atau tuna daksa sehingga mereka tidak bisa mendengar jika dipanggil.

“Kemudian ada logo difabel semacam pin di baju mereka. Dan ini semua perangkat hasil karya mereka. Mereka design sendiri, membuat baju sendiri,” tegasnya.

Selain itu, di tanda pengenal mereka juga tertulis jika customer tidak mengerti dalam pelayanan, maka akan dipanggilkan supervisor. “Service kita utamakan, di bawah name tag mereka ada kata kata maaf saya akan panggilkan supervisor atau rekan kerja yang lain,” tutupnya.