EQUITYWORLD FUTURES – Terhitung sejak 20 Oktober 2014 lalu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah tak lagi menjabat sebagai presiden. Namun demikian, bukan berarti SBY tak lagi punya posisi politik.

Sebab, hingga kini SBY masih menjabat sebagai ketua umum Partai Demokrat. Namun, jika sebelumnya saat masih menjabat presiden seakan tak ada yang berani melawan kepemimpinan SBY di Demokrat, kini setelah lengser dari kursi presiden kritik dan perlawanan terhadap SBY di Demokrat mulai muncul dari sesama pendiri partai berlambang Mercy itu.

Adalah Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat yang mulai berani melancarkan kritik dan perlawanan kepada SBY. Forum yang dipimpin oleh Vence Rumangkang itu kemarin menggelar pertemuan di Hotel Sultan, Jakarta.

Selain Vence, beberapa pendiri Demokrat yang hadir di antaranya adalah Haroe Sys NS dan artis senior Roy Marten. Mereka mengkritisi penurunan pamor yang terjadi pada Partai Demokrat. Mereka pun melimpahkan kesalahan kepada sang ketua umum yakni SBY.

Mereka bahkan berencana menggelar acara Silatnas II di Jakarta pada 23-25 Januari 2015 mendatang. Menurut Vence, para pendiri akan mengambil sikap soal turunnya pamor Demokrat pada acara tersebut. Dia bahkan mengklaim acara itu mendapat dukungan 1.000 kader dan fungsionaris Demokrat.

Berikut kritik dan serangan FKPD kepada SBY soal turunnya pamor Demokrat seperti dirangkum merdeka.com;

1.
FKPD tuding SBY bikin hancur Partai Demokrat

Para pendiri Partai Demokrat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) kemarin menggelar pertemuan di Hotel Sultan, Jakarta. Mereka mengkritisi kondisi Partai Demokrat saat ini.

Menurut mereka kondisi partai berlambang Mercy itu kini sudah berada di ambang kerapuhan. Para pendiri itu menuding bobroknya Partai Demokrat karena dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Waktu dibuat partai ini, saya sampai berdarah-darah. Tapi lihat sekarang, sudah menjadi rumahnya pelacur politik. Banyak yang tersangkut korupsi. Padahal dulunya dibangun dengan semangat anti korupsi. Apa yang dilakukan Pak SBY selama kepemimpinannya,” kata salah satu anggota FKPD Etty di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (24/11).

2.
FKPD tuding keluarga SBY dominasi Demokrat

Selain menyalahkan kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), anggota Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat, Etty, juga menilai dominasi lingkaran keluarga SBY menjadi penyebab utama lain bobroknya Partai Demokrat.

Menurutnya, dalam sebuah organisasi sistem kekerabatan itu tidak bagus.

“Pendiri melihat partai ini sudah seperti partai keluarga. Wakil ketua DPR anggota keluarganya, ketua fraksi anaknya, sekjen juga anaknya,” kata Etty di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (24/11).

Etty menyayangkan hal itu terjadi di Demokrat. Dia menilai hancurnya Partai Demokrat dalam 10 tahun ini karena di bawah kepemimpinan SBY.

“Saya dulu bangga karena saat mendirikan ini banyak partai lain meremehkan kami karena susah untuk mencalonkan seorang kader menjadi Presiden. Tapi lihat 10 tahun ini, apa yang bisa dibangakan dari kepemimpinan SBY,” pungkasnya.

3.
FKPD minta SBY mundur dari Demokrat

Ketua Umum Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat Vence Rumangkang mengaku mendapat informasi para DPD Demokrat dikumpulkan untuk kembali mendukung SBY sebagai ketua umum Demokrat mendatang. Mereka diminta untuk mendukung SBY sebagai ketua umum secara aklamasi.

“Saya mendengarkan hal tersebut para DPD dikumpulkan untuk mendukung SBY. Tetapi kita harus membuka selebar-lebarnya membuka kepada tokoh yang lain, yang mempunyai kemampuan untuk membawa Partai Demokrat ke arah lebih baik,” katanya di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (24/11).

Pihaknya meminta SBY mundur dari partai berlambang bintang mercy tersebut.

“Saya meminta agar Pak SBY sudah tidak perlu memikirkan Demokrat lagi. Cukup berkancah di luar negeri saja. Itu sudah baik,” pungkasnya.

4.
FKPD sebut Demokrat di bawah SBY sedang sakit karena marak KKN

Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat berencana menggelar acara Silatnas II di Jakarta pada 23-25 Januari 2015 mendatang. Menurut Ketua Umum FKPD, Vence Rumangkang, para pendiri akan mengambil sikap soal turunnya pamor Demokrat pada acara tersebut. Dia bahkan mengklaim acara itu mendapat dukungan 1.000 kader dan fungsionaris Demokrat.

Dengan diadakannya Silatnas II ini, Vence berharap dapat mendapat masukan mengenai kondisi Partai Demokrat yang kini sedang sakit. Menurut dia, sakitnya partai berlambang bintang Mercy ini akibat merebaknya praktik korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) di dalam tubuh partai.

“Butuh resep untuk menyembuhkan kondisi Partai Demokrat sedang sakit. Kami akan mengumpulkan seluruh para deklarator di dalam forum Silatnas II ini untuk menyembuhkan partai ini,” katanya di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (24/11).