EQUITYWORLD FUTURES – Kasus pembuangan bayi yang dilakukan oleh ibu kandung selalu membuat miris untuk didengar. Betapa tidak, anak yang merupakan darah daging sendiri begitu tega dibuang seperti sampah yang tak berharga.

Binatang pun sangat melindungi anaknya, akan tetapi apa yang dilakukan Yeanita (30) warga Lawang, Malang, Jawa Timur, tidak mencerminkan manusia yang memiliki akal pikiran.

Kasus miris ini terjadi Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Kini Yeanita sudah diamankan kepolisian setempat untuk dimintai keterangan. Sedangkan bayinya sudah tewas.

Bagaimana cerita Yeanita buang bayi di toilet rumah sakit? Berikut rangkumannya:

1. Mayat bayi ditemukan dalam kantong plastik di toilet rumah sakit

Sesosok mayat bayi diduga baru dilahirkan, dibuang di salah satu toilet ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Kustati, Solo, Kamis (1/1) pagi. Saat ditemukan oleh pegawai rumah sakit, mayat bayi tak berdosa itu berada di dalam monoblok toilet duduk dengan kondisi terbungkus kantong plastik.

Humas RSUI Kustati, Nur Fitri Kurniawati, mengatakan penemuan mayat tersebut berawal saat seorang perawat mencium bau busuk menyengat di ruang IGD. Kemudian perawat tersebut langsung memerintahkan ke bagian cleaning services untuk mengecek dan membuang sumber bau tersebut.

Saat dicek, petugas cleaning services bersama-sama perawat menemukan sebuah bungkusan kantong plastik berisi mayat bayi baru lahir yang diletakkan di monoblok toilet duduk.

“Awalnya kami tidak mengira kalau bau tersebut ternyata sesosok bayi. Setelah monobloknya kami buka, ada bungkusan kantong plastik, ternyata isinya mayat bayi,” ujar Fitri, saat dihubungi wartawan, Senin (5/1).

Atas kejadian tersebut, pihaknya langsung melaporkannya ke pihak Polsekta Pasar Kliwon. Fitri mengaku hingga saat ini belum mengetahui siapa pembuang bayi tersebut karena selama tiga hari sebelum kejadian RS Kustati tidak menangani pasien melahirkan.

“Kami menduga pelaku pembuang bayi orang luar yang sengaja membuang di lingkungan rumah sakit,” ujarnya.

Dihubungi terpisah Kapolsekta Pasar Kliwon AKP Nur Efendi mengatakan masih melakukan penyelidikan. Polisi, kata dia, sedang memburu pelaku pembuang bayi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami sudah memeriksa beberapa saksi. Keterangan mereka kita gunakan untuk pengembangan dan mengejar pelakunya,” ujarnya.

2. Bayi dibuang di toilet hasil hubungan gelap

Polresta Solo menetapkan Yeanita (30), warga Lawang, Malang, Jawa Timur, sebagai tersangka pembuangan bayi di toilet IGD Rumah Sakit Islam Kustati Solo. Ironisnya bayi tersebut merupakan anak yang dilahirkannya sendiri.

Menurut informasi dari kepolisian, Yeanita berprofesi sebagai seorang guru privat. Dia tega membunuh orok yang dilahirkan di toilet. Perbuatan nekat itu dilakukan usai memeriksakan kandungannya ke dokter rumah sakit tersebut.

“Dia itu punya pacar bernama Yosef warga Mojolaban, Sukoharjo. Tersangka juga sempat menginap selama selama empat hari di rumahnya, hingga akhirnya hamil,” ujar Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Guntur Saputro kepada wartawan, Selasa (6/1).

3. Takut ketahuan pacar, Yeanita sembunyikan kehamilan

Alih-alih meminta pertanggungjawaban dari pacar, Yeanita malah tak ingin kehamilannya ketahuan.
Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Guntur Saputro menjelaskan menjelaskan, karena takut kehamilan tersebut sempat dia sembunyikan agar tak diketahui sang kekasih. Perut yang membuncit pun dililitnya dengan stagen. Cara itu bisa mengelabuhi pacarnya yang penyandang tuna netra.

“Suatu hari, tersangka mengeluh sakit pinggang. Dengan diantar pacarnya dan ditemani ayah pacarnya ia pergi ke bagian IGD rumah sakit Kustati untuk periksa,” lanjutnya.

Kepada dokter, kata Kasatreskrim, tersangka mengaku sakit di bagian pinggul. Saat hendak diperiksa tersangka menolak dan meminta izin ke toilet. Saat berada di toilet selama hampir 30 menit, tiba-tiba bayi yang dikandung keluar. Lantaran panik, tersangka langsung meletakkan bayi tersebut di monoblock WC duduk di toilet.

“Setelah membuang orok berumur 9 bulan itu, tersangka keluar dari toilet dan bilang ke perawat bahwa kondisinya sudah membaik. Tersangka kemudian menemui pacarnya dan pamit pulang ke rumah orangtuanya di Malang,” terangnya.

Guntur menambahkan, usai kejadian tersebut, baik pacar maupun perawat di RSI Kustati tidak merasakan adanya kejanggalan. Lantaran, kondisi perut tersangka yang tidak membuncit. Tersangka kata Guntur, saat berobat ke rumah sakit juga mengaku hanya mengeluhkan sakit di bagian pinggul, dan menolak untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

“Tersangka kami jerat dengan pasal 342 KUHP tentang ibu yang merencanakan pembunuhan anaknya baru dilahirkannya karena malu,” pungkasnya.

4. Pulih, pembuang bayi di toilet kembali diperiksa polisi

Yeanita, ibu pembuang bayi sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Kustati, Solo, usai ditangkap polisi.

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Guntur Saputro membenarkan, Yeanita menjalani perawatan di RSI Kustati. Namun saat ini ia telah dinyatakan pulih kesehatannya. Setelah pihak rumah sakit menyatakan kesehatan Yeanita membaik, pihaknya memindahkan tersangka ke Mapolresta Solo.

“Tersangka memang menjalani perawatan di Kustati, saat ini dinyatakan pulih dari masa perawatan di rumah sakit. Di rumah sakit, ia menjalani perawatan pembersihan rahim, dan menjahit organ vital pasca melahirkan,” ujar Guntur kepada wartawan, Kamis (8/1).

Guntur menjelaskan, saat ini tersangka sudah dibawa ke Mapolresta Solo untuk menjalani pemeriksaan, terkait pembuangan bayi yang ia lakukan. Petugas, kata Guntur, telah menempatkan tersangka di ruang tahanan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.

“Kondisi fisik tersangka sudah 100 persen mampu menjalani proses hukum,” tandasnya.