Didorong oleh meningkatnya kebutuhan sumber energi ramah lingkungan yang lebih efisien dan murah, para peneliti mengembangkan teknologi panel surya berbahan zat berukuran super kecil.

Dikutip dari CNET (10/6), peneliti dari Universitas Toronto berhasil mengembangkan sebuah bentuk baru dari panel surya yang dibuat dari partikel nano (zat berukuran 1/1.000.000.000 meter) yang dikembangkan oleh doktor Zhijun Ning dan Profesor Ted Sargent. Lalu apa yang membuat partikel nano ini begitu spesial?

Partikel-partikel nano yang digunakan untuk bahan sel surya terbukti bisa menghasilkan energi lebih banyak sehingga dianggap lebih efisien. Rahasianya terletak pada struktur nano baru dari sel surya yang mampu menyerap sinar matahari lebih sempurna.

Di sisi lain, jika pada sel surya biasa terdapat semikonduktor atau penghantar yang ‘lemah’ terhadap oksigen, tidak demikian dengan bahan nano partikel yang bernama colloidal quantum dots (CQD) ini.

CQD mampu mempertahankan elektron yang dibutuhkan untuk proses penyimpanan energi dari cahaya matahari, sedangkan semikonduktor biasa yang terdapat pada panel surya kebanyakan masih sering melepaskan banyak elektron saat terpapar oksigen.

Karena berbasis teknologi nano, CQD bisa dengan mudah ditambahkan pada tinta atau cat layaknya menambahkan bubuk warna pada air. Sehingga, CQD bisa lebih fleksibel untuk diaplikasikan pada permukaan yang akan dijadikan panel surya. Alhasil, kelak panel surya bisa dibuat dengan harga yang lebih murah untuk publik serta dapat digunakan di berbagai bentuk permukaan.

Lebih jauh, teknologi nano tersebut dapat ditambahkan pada alat-alat lain untuk memaksimalkan penyerapan energi mataharinya seperti di sensor, pemancar sinar laser inframerah, hingga remote kontrol, Ubergizmo (10/6).