Saat kebanyakan E-Cigar atau rokok pintar menawarkan kenyamanan dan ‘kematian’ bagi para penghisapnya, rokok pintar satu ini malah bisa memperpanjang umur pemakainya.

Smokio, rokok yang satu ini memang tidak sepenuhnya terbuat dari tembakau yang ‘digulung’, tetapi berupa alat berbentuk seperti sebuah cerutu yang terkoneksi dengan smartphone lewat aplikasi bawaannya.

Perangkat ini pun dapat diisap layaknya rokok biasa karena memang terdapat nikotin di dalamnya, tapi tidak akan ada asap berbahaya yang keluar. Hebatnya, setiap kali mengisap alat ini, umur penggunanya akan bertambah. Bagaimana caranya?

Saat alat ini diisap, Smokio akan menampilkan informasi seputar kondisi tubuh yang akan ditampilkan di smartphone lewat teknologi Bluetooth, bahkan saat smartphone tidak berada dalam ‘genggaman’, TechCrunch (3/6).

Notifikasi yang ditampilkan akan memuat data seberapa sering penggunanya merokok serta ‘biaya’ yang dikeluarkan untuk menghabiskan semua nikotin yang terdapat di Smokio. Hingga pada akhirnya, alat ini akan memberikan semacam ‘dorongan’ kepada penggunanya untuk berhenti merokok.

Aplikasi Smokio yang tersemat pada posel pintar secara periodik akan menunjukkan peningkatan angka harapan hidup si pemakai semenjak beralih menggunakan E-Cigar ini.

Smokio sebenarnya masih termasuk rokok-rokok pintar yang kini semakin marak dijual di pasaran untuk menggantikan rokok tembakau konvensional yang terkenal lebih berbahaya dengan asap yang muncul dari pembakaran tembakaunya.

Meskipun masih diperdebatkan tentang keamanan dari alat ini, sebuah penelitian menyatakan jika E-Cigartertentu seperti Smokio mampu membantu perokok untuk berhenti total dengan tingkat keberhasilan 20 persen lebih ketimbang perokok yang memakai rokok tembakau.

Lewat aplikasi bawaannya, Smokio juga bisa menghitung berapa banyak uang yang bisa dihemat saat mengisap rokok pintar ini. Untuk sementara Smokio masih dipasarkan di Amerika Serikat saja dengan harga USD 80 atau Rp 900 ribuan.

Apakah Anda sudah ingin berhenti merokok dan membeli alat ini?