EQUITYWORLD FUTURES – Membeli produk yang dikonsumsi, baik itu makanan, obat, atau kosmetik, tentu tidak bisa sembarangan karena dampaknya bagi kesehatan. Telitilah sebagai konsumen dengan mengecek KIK.

Cek KIK (cek kemasan, cek izin edar, dan cek kedaluarsa) adalah kampanye yang digalakkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) RI.

“Kalau beli makananan, obat-obatan atau kosmetik harus mengetahui proses cek KIK dulu. Ini penting dilakukan untuk memastikan produk yang dibeli aman dikonsumsi” ujar Roy Sparringga, Ketua BPOM, dalam dialog interaktif di ajang Hari Bebas Kendaraan di Jakarta, Minggu (6/12/15).

Dijelaskan Roy, untuk mengecek kemasan produk yang bagus meliputi kemasan tidak bocor dan kembung agar komposisinya terjaga dan tidak terkontaminasi dari luar.

Masyarakat juga harus mengetahui apakah dalam produk yang dikonsumsi menpunyai izin edar dari BPOM.

“Makanan yang harus mempunyai izin edar adalah makanan yang mempunyai kemasan. Produsen harus lapor ke pemerintah daerah setempat, karena BPOM bekerjasama dengan pemda untuk mengawasi makanan ataupun obat yang beredar,” kata Dewi Prawitasari, ketua Balai Besar Pengawas BPOM DKI Jakarta.

Untuk makanan siap saji atau makanan yang mempunyai daya simpan maksimal 7 hari, tidak wajib mendaftarkan ke BPOM. “Misalnya kue-kue basah,” kata Dewi.

Pengecekan selanjutnya yang tak kalah penting yaitu mengetahui kapan produk tersebut kadaluarsa. Jika sudah lewat waktunya maka akan berbahaya untuk dikonsumsi atau digunakan.

“Produk yang sudah melewati tanggal kadaluarsa mutunya sudah menurun sehingga manfaat yang terkandung sudah tidak maksimal. Selain itu juga nilai gizi pada makanan obat akan menurun walaupun kondisi kemasan masih terbilang bagus” kata Roy.