EQUITYWORLD FUTURES – Hingga Rabu (21/10/2015), Teman Ahok berhasil mengumpulkan sekitar 327.000 KTP untuk mendukung Gubernur Basuki Tjahaja Purnama maju sebagai calon independen di Pilkada DKI 2017.

Selama ini relawan Teman Ahok mencatat sebuah fenomena menarik. Jumlah KTP yang masuk meningkat ketika Ahok berselisih paham dengan pihak-pihak tertentu.

“Kalau Pak Ahok mulai ngajak ribut siapa gitu misalnya, KTP kita malah terkumpul banyak,” ujar salah satu relawan Teman Ahok, Tubagus Ramadhan, kepada Kompas.com, Rabu siang.

Dia menduga keributan yang diciptakan Ahok (sapaan Basuki) telah menarik perhatian masyarakat. Masyarakat dengan sendirinya akan mencari informasi soal masalah itu.

Bisa saja, masyarakat menilai Ahok benar dalam masalah yang sedang dibicarakan. Akhirnya masyarakat mengungkapkan dukungannya dengan cara memberikan KTP untuk Ahok.

Kampung Pulo

Relawan lain, Richard Handri, menceritakan bahwa Teman Ahok pernah mendapatkan 6.000 KTP sehari ketika Kampung Pulo digusur.

“Malahan kita heran. Karena kasus Kampung Pulo itu Pak Ahok dicitrakan negatif, melanggar HAM, tapi kita malah dapat banyak KTP,” ujar Richard.

Richard bercerita suatu ketika ada seorang relawan yang meminta formulir untuk dibagi-bagikan kepada teman pengajiannya.

Formulir itu merupakan bagian yang harus diisi ketika warga mengumpulkan KTP untuk Ahok.

Ternyata, relawan tersebut membagikannya di Kampung Pulo, kawasan yang pernah digusur Ahok. Hasilnya mengagetkan, banyak juga KTP yang dikumpulkan dari wilayah itu.

Begitu pula ketika gerakan Lawan Ahok muncul. Tubagus mengatakan kemunculan Lawan Ahok justru memberikan keuntungan untuk mereka.

Ketika intensitas pemberitaan soal Lawan Ahok semakin tinggi, masyarakat mencoba membandingkan dengan gerakan Teman Ahok.

Akhirnya, Teman Ahok malah mendapatkan dukungan yang lebih banyak lagi.

“Merchandise”

Hal lain yang cukup mendongkrak pengumpulan KTP mereka adalah penjualan merchandise. Selama ini dana operasional Teman Ahok berasal dari penjualan merchandise seperti kaus, gelang, dan gantungan kunci.

Selain mendapatkan uang dari sana, Teman Ahok sekaligus mempromosikan gerakannya melalui barang yang mereka jual. Alhasil, KTP yang terkumpul meningkat.

“Nama Ahok menjual banget sih. Cepat sekali lakunya barang-barang yang berkaitan dengan Ahok,” ujar relawan lain, Amalia Ayuningtyas.