Serangan berbahaya seperti ledakan bom bisa dengan mudah menyebabkan luka parah yang bisa berujung pada kematian. Tetapi kini peneliti asal Amerika akan buat manusia lebih kebal, berbekal teknologi nano.

Pada umumnya, sebuah luka membutuhkan beberapa saat untuk mengering hingga darah yang keluar benar-benar berhenti. Tetapi sistem ini tidak berlaku saat manusia menerima serangan hebat seperti tembakan atau ledakan bom. Alhasil, banyak tentara di luar sana dianggap sangat rentan ketika memasuki medan perang.

Untuk mengatasi hal tersebut, sebuah universitas di Amerika Serikat mengujicobakan teknologi partikel nano baru yang akan dicampurkan dalam darah manusia untuk mempercepat proses pembekuan darah pada luka-luka yang parah agar luka bisa lekas menutup.

Teknologi nano ini diberi nama Hemostatic Nanoparticles yang sejatinya terdiri dari rantai polimer atau molekul raksasa yang aman untuk manusia. Menariknya, bentuk awal dari partikel nano ini berupa bubuk yang dapat dicampur dengan garam sebelum akhirnya disuntikkan pada korban ledakan.

Pada dasarnya, teknologi nano ini bekerja dengan cara ‘mengontaminasi’ darah manusia. Hemostatic Nanoparticles akan bereaksi dengan keping darah untuk meningkatkan proses penggumpalan darah pada lapisan kulit manusia, Daily Mail (01/07).

Teknologi yang kiranya siap diujicobakan pada manusia 5 tahun lagi ini telah terbukti aman dan tidak meninggalkan efek samping apapun. Pada saatnya nanti, bisa jadi tentara Amerika yang bertugas di seluruh dunia bisa kebal dan selamat dengan mudah setelah terkena tembakan atau ledakan sekalipun.