Poros putar planet Uranus yang unik membuatnya mampu menghasilkan badai-badai raksasa yang sangat dahsyat dan mematikan. Bahkan, para ahli astronomi dari Bumi bisa melihat badai-badai itu lewat teleskop saja.

Ahli astronomi yang berada di pusat observasi Hawaii beberapa hari yang lalu berhasil mengamati beberapa pusaran angin di permukaan Uranus. Saking besarnya, badai tersebut sampai terlihat sangat terang dari Bumi. Salah satu yang terbesar terlihat tengah ‘mengacau’ di dekat kutub planet Uranus pada tanggal 6 Agustus lalu.

Tidak perlu diragukan lagi kedahsyatan badai-badai tersebut. Mengingat Uranus 14 kali lebih besar dari pada Bumi, badai raksasa tersebut diperkirakan mampu menelan benua-benua di Bumi dengan suhu yang sangat ekstrim, mencapai minus 220 derajat Celcius.

Tidak hanya itu, dengan kecepatan terjang lebih dari 900 kilometer per jam, badai tersebut mampu mencabut bangunan-bangunan di Bumi dengan sangat mudah. Lalu apa penyebab dari badai raksasa tersebut?

Salah satu penyebab yang dipercaya oleh ahli astronomi adalah poros putar planet Uranus yang berbeda dari planet lain di tata surya, termasuk Bumi. Jika Bumi memiliki kemiringan sumbu putar 23 derajat saja, maka Uranus memiliki kemiringan hingga 98 derajat. Tak ayal, Uranus nampak bergerak menggelinding saat mengitari matahari.

Selain itu, Uranus mengalami rotasi atau putaran berlawanan arah dengan jarum jam. Kombinasi dari gerakan revolusi dan rotasi yang aneh itu menghasilkan gerakan angin di permukaan Uranus yang super kuat.

Hal ini diperparah dengan suhu beku yang dialami oleh planet ini akibat jarak yang sangat jauh dari Matahari. Akibat posisinya yang miring,otomatis Matahari hanya mampu menyinari kutub-kutub Uranus dari jarak 2875 juta kilometer selama 84 tahun per kutubnya,