Seorang jurnalis bernama Glenn Greenwald akhirnya mempublikasikan salah satu bocoran informasi rahasia paling penting dari Edward Snowden. Kali ini agensi pemerintah Amerika ketahuan gunakan internet untuk intai pemimpin muslim di negaranya.

Seperti yang dilansir oleh The Verge (09/07), NSA dan FBI dinyatakan telah memata-matai orang-orang muslim berpengaruh di Amerika Serikat, termasuk di dalamnya kalangan pengacara, akademisi, aktivis HAM, hingga calon politikus.

NSA juga dikabarkan memiliki sebuah tabel berisi 7.485 alamat email yang dicurigai dimata-matai oleh kedua badan inteligen tersebut. Sekitar 202 alamat email merupakan milik dari warga Amerika, 1.782 diketahui bukan milik warga Amerika, sedangkan sekitar 5.501 belum bisa teridentifikasi. Seluruh email itu didapat dari tahun 2002 hingga 2008.

Hingga saat ini ada 5 target mata-mata yang berhasil teridentifikasi, akan tetapi kelima orang yang termasuk petinggi di beberapa lembaga di Amerika tersebut membantah keterkaitan dengan terorisme atau aksi mata-mata, bila itu yang tengah dicari oleh NSA dan FBI.

Memang, menurut hukum di negara itu, pemerintah Amerika harus menunjukkan bukti-bukti keterkaitan dengan tindakan yang berhubungan atau yang dicurigai berhubungan dengan tindak terorisme atau sabotase untuk melakukan tindakan mata-mata yang legal. Izin tersebut juga harus diperbaharui tiap 90 hari, sehingga dicurigai bila sebagian dari target-target itu telah dimata-matai secara ilegal.