Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Riwanto Tirtosudarmo, mendukung rencana kebijakan presiden terpilih Joko Widodo untuk meningkatkan daya saing bangsa. Bagi Jokowi, daya saing bangsa yang membuat Indonesia beridentitas kuat.

Riwanto memberikan beberapa masukan untuk Jokowi dalam membangun daya saing bangsa melalui revolusi mental. Ada tiga hal yang harus diperhatikan Jokowi.

“Sekarang itu tingkat pendidikan kita masih rendah. Kita harus mengakui bangsa kita masih memiliki kemampuan ekonomi rendah,” ucap Riwanto dalam diskusi di Kantor LIPI, Jakarta, Selasa (16/9).

Hal pertama harus diperhatikan Jokowi adalah realitas kondisi geografis Indonesia yang berbentuk negara kepulauan. Tentu tidak mudah membangun daya saing dengan kondisi seperti ini. “Tapi sekarang sudah bagus Jokowi dan timnya sudah mulai berpikir merealisasikan konsep maritim,” tegasnya.

Kedua, realitas kultural Indonesia sebagai negara majemuk. Indonesia memiliki beragam aspek mulai dari bahasa, agama dan etnisitas. “Sebenarnya Jokowi bisa memanfaatkan keberagaman ini sebagai sebuah aset. Kaitan erat sistem pemerintahan pusat dan daerah,” tegasnya.

Terakhir adalah realitas demografis Indonesia yang mana memiliki jumlah penduduk besar, namun, tidak merata. Jumlah penduduk antara Pulau Jawa dan luar Jawa mempunyai perbedaan tingkat ekonomi, keterampilan dan pendidikan.

“Pemerintahan akan datang berencana membentuk Kementerian Kependudukan. Saya kira ini bagus semacam faktor penduduk harus diperhatikan sebagai faktor mempengaruhi sektor lain,” tutupnya.