EQUITY WORLD FUTURES – Pastinya, anda tentunya sudah mengerti dan memahami apa yang dimaksud dengan kepemimpinan. Apalagi bila saat ini kita telah menjadi seorang pemimpin. Baik dalam organisasi, bisnis, keluarga, politik, atau yang lainnya. Seorang pemimpin harus dapat mengadaptasikan dirinya terhadap orang yang ia pimpin. Singkatnya, seorang pemimpin harus mengenal siapa anak buahnya terlebih dahulu. Dari sana, ia memutuskan cara seperti apa yang akan digunakan untuk memimpin anak buahnya tersebut. Kepemimpinan dapat dikelompokkan kedalam beberapa tipe kepemimpinan. Berikut penjelasannya.

Pemimpin Militer

Ciri seorang pemimpin militer adalah memimpin dengan selalu memberikan komando, kaku terhadap segala hal, tidak mau menerima saran, apalagi kritik dari yang dipimpinnya, menginginkan anak buah memperlakukan atasan seperti dewa yang tidak pernah salah. Biasanya, tipe kepemimpinan seperti ini tidak disukai bawahan membuat anak buahnya tidak berkembang, tidak bisa berkreasi dan beinovasi dalam pekerjaannya, dan hanya semata-mata menunggu komando dari atasan. Namun biasanya, tipe anak buah “yes man”, akan betah dengan seorang pemimpin militer, sebab mereka tidak perlu memikirkan apapun. Yang harus mereka lakukan hanyalah menunggu perintah langsung dari atasannya, mereka tidak diizinkan untuk berfikir kreatif. Sistem seperti ini hampir sama dengan tipe otoriter.

 

Pemimpin Kebapakan

Tipe kepemimpinan ini ditandai dengan sikap protektif sang pemimpin terhadap bawahannya, layaknya orang tua yang akan selalu melindungi anaknya. Pemimpin seperti ini akan selalu berada di depan untuk membela anak buahnya jika mendapat hujatan atau serangan dari pihak lain. Sisi negatifnya adalah b bahwa pemimpin tipe ini menganggap bawahannya tidak atau belum bisa untuk berjalan sendiri, sehingga harus selalu dibimbing dan diberitahu apa yang harus mereka kerjakan; akibatnya, muncullah sikap “saya tahu semua”. Tipe ini dikenal juga dengan Paternalistik, cocok untuk tipe bawahan yang memang baru pertama kali bekerja, serta belum berani mengambil keputusan, masih takut salah, dan belum mengerti apa-apa di tahun-tahun pertama mereka bekerja.

 

Pemimpin Kharismatik

Menjadi seorang pemimpin secara umum dapat berasal dari dua hal: yakni, mereka yang berbakat menjadi pemimpin sejak lahirnya, lalu kemudian mempelajari teori dan praktek menjadi pemimpin, dan yang kedua mereka yang tidak berbakat namun cukup pintar untuk menjadi seorang pemimpin. Tipe kepemimpinan kharismatik ditandai dengan bakat lahir, sehingga hampir di semua situasi dia bisa keluar sebagai seorang pemimpin. Pemimpin tipe ini sangat dibutuhkan di organisasi atau perusahaan yang bekerja dalam kondisi yang berubah-ubah dan penuh tantangan.

 

Pemimpin Demokratis

Merupakan tipe yang dianggap paling efektif. Pemimpin dengan tipe ini biasanya akan muncul sebagai seorang “yang tepat di saat yang tepat”. Sebab ia tahu kapan harus mendelegasikan kepercayaan kepada anak buahnya dan kapan ia harus turun tangan untuk membantu. Ia juga tahu bagaimana dan siapa yang bisa dididik untuk menjadi pemimpin selanjutnya dari organisasi yang ia pimpin. Dia tahu kapan harus bersikap tenang dan dingin, kapan harus menjadi sahabat, dan kapan menjadi seorang yang tegas. Kelemahannya, kadang ada anak buah yang kemudian menganggap remeh pemimpin tersebut. Karena itu, pemimpin tipe ini benar-benar harus bisa bersikap tegas dan tanpa toleransi ketika dibutuhkan. Dan bersahabat dengan seluruh karyawan

Seperti sudah disinggung di awal, setiap organisasi memiliki keunikan dari segi struktur dan kondisi kerjanya. Oleh sebab itu, seorang pemimpin harus tahu benar bagaimana membawa diri dalam mengelola organisasi yang ia pimpin. Bisa saja kondisi organisasi yang ada memaksa pemimpin tersebut untuk menggabungkan beberapa tipe kepemimpinan, sehingga fungsi kepemimpinnya akan berjalan secara efektif.

‘marginftmp�h � in-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal’>Itulah beberapa hal yang harus kita perdalam jika kita kurang memiliki kharisma sebagai pemimpin. Dengan berfokus kepada ketiga hal tersebut, orang akan memberikan respek terhadap kita, sehingga walaupun kita tak memiliki kharisma kepemimpinan tersebut namun kita bisa tetap menjadi seorang pemimpin yang terbaik.