EQUITYWORLD FUTURES – Gara-gara menipu uang nasabahnya sebesar Rp 423 miliar, Direktur Lembaga Keuangan Finansial (LKF) Mitra Tiara, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), NIK dibekuk oleh pihak Kepolisian Resor Flores Timur.

Kepala Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah NTT, Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Santosa kepada Kompas.com, Senin (16/3/2015) mengatakan, NIK ditangkap di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Penangkapan itu dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Flotim, AKP Antonius Mengga.

Menurut Santosa, saat ditangkap NIK tengah berada sendirian di sebuah rumah yang dikontraknya di daerah Purwakarta. NIK juga memiliki satu mobil Toyota Avanza AG 1590 VI dan juga sejumlah dokumen terkait lembaga keuangan finansial yang dipimpinnya.

“Setelah berhasil ditangkap, pelaku kemudian di bawa ke Polda NTT untuk dilakukan penahanan dan pemeriksaan lebih lanjut dan saat ini masih dalam pemeriksaan oleh gabungan penyidik Polres Flores Timur dan Polda NTT.

Dari hasil pemeriksaan sementara, NIK diketahui menghimpun dana dari 16.115 nasabah yang besarnya mencapai Rp 423 miliar. Dana tersebut, kata Santosa, dipergunakan oleh NIK untuk membayar bunga nasabah, dipinjamkan ke pihak ke-3 sebanyak Rp 4 miliar, membeli properti, dan lainnya.

“Untuk aset yang sudah disita oleh penyidik adalah Hotel Alberto di Kabupaten Flores Timur, tiga unit rumah di Flores Timur, kantor Lembaga Keuangan Finansial, lima unit mobil. Sementara untuk hotel yang berada di Tablolong, memang milik NIK, tetapi sudah dijual kembali kepada pihak ketiga,” jelas Santosa.