Ketika semua negara semakin terbuka dengan kemajuan teknologi di bidang internet, pemerintah Rusia justru mengambil langkah antiklimaks dengan menelurkan kebijakan yang berpotensi menghambat kemajuan teknologi negara tersebut.

Seperti yang dilansir oleh Techcrunch (02/07), pada hari Selasa kemarin parlemen Rusia telah menyetujui undang-undang yang menyatakan jika seluruh data pengguna internet Negeri Beruang Merah harus disimpan di negara itu. Cara pendekatan baru Rusia di sektor dunia maya dikabarkan mirip dengan yang tengah dilakukan pemerintah China.

Peraturan ini nantinya mengharuskan seluruh perusahaan yang menawarkan jasa layanan internet membuat server khusus yang ditempatkan di Rusia untuk menyimpan data pengguna negara tersebut. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka bisa saja website-website besar macam Facebook, Google, atau penyedia layanan internet lainnya terpaksa harus diblokir oleh pemerintah Rusia.

Undang-undang itu juga menegaskan jika perusahaan asing tidak diperbolehkan mengirim data personal warganya ke luar Rusia tanpa menyertakan ‘garansi’ khusus yang menjamin keamanan sumber data yang tak lain berada di server negara tersebut.

Pemerintah Rusia sendiri telah menjadwalkan undang-undang ini berlaku secara resmi bulan September tahun 2016. Alhasil, perubahan besar-besaran di bidang layanan internet akan segera dilakukan, tidak hanya oleh para perusahaan asing penyedia jasa layanan internet, tetapi juga perusahaan teknologi dalam negeri Rusia.