EQUITYWORLD FUTURES – Total E&P Indonesie masih menunjukkan minatnya untuk memiliki sebagian saham di Blok Mahakam yang pada 2017 mendatang akan jatuh ke tangan Pertamina.

Vice President of Human Resources, Communications & General Services Total E&P Indonesie, Arividya Noviyanto mengatakan, asumsi produksi Blok Mahakam masih bisa mencapai hingga 2030 tetapi produksinya memang pasti akan menurun. Biarpun begitu, Total E&P masih cukup berminat memiliki saham di Blok Mahakam jika masih mendapatkan nilai keekonomian yang baik.

“Kalau ada nilai ekonominya, kami bermina. Memang bila dibandingkan produksi Blok Mahakam saat peak dan sekarang jauh di bawahnya. Tetapi bukan berarti jadi very small asset, masih lumayanlah,”ujar Arividya pada Jumat (4/9/2015).

Untuk itu, Arividya berharap Total E&P masih bisa ikut mengelola blok Mahakam bersama dengan Pertamina. Sampai saat ini pihaknya masih terus menanti keputusan pemerintah dengan Pertamina terutama mengenai production sharing contract (PSC) yang akan berlaku pada 2017 nanti. Materi PSC yang baru pun saat ini masih dibahas antara Pertamina dan pemerintha.

Arividya berharap PSC yang baru nantinya bisa lebih baik dari PSC yang berlaku sekarang seperti persentase dari PSC yang saat ini sebesar 85 persen diberikan kepada pemerintah dan 15 persen diberikan kepada kontraktor. “Kalau pemerintah bisa kasih lebih baik, tentunya lebih menarik,” ujarnya.