EQUITYWORLD FUTURES – Tour de Flores yang digelar pada 16-26 Mei 2016 bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus mendongkrak pariwisata di pulau yang berarti “Nusa Bunga” dan terkenal dengan binatang komodo dan danau tiga warna Kelimutu. Selanjutnya juga berdampak pada peningkatan perekonomian rakyat Flores.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Adven Peding menjelaskan, penyelenggaraan Tour de Flores hendaknya menjadi momen strategis bagi pemda di tujuh kabupaten yang dilalui peserta lomba sepeda bertaraf internasional untuk memperkenalkan produk-produk serta destinasi wisatanya.

“Mengingat 24 negara dari seluruh dunia terlibat dalam 20 kelompok yang secara tak langsung akan mempromosikan secara gratis potensi pariwisata yang unik dan khas di Flores. Khusus Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk kreatif dalam mengemas promosi pariwisata yang khas,” katanya kepada KompasTravel, Selasa (1/3/2016).

KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA Sekitar 253 perahu tradisional dan kapal motor dengan membawa ribuan peziarah laut mengarak patung Tuan Meninu dari Pantai Lebao menuju Pantai Kuce sekitar 8 kilometer perjalanan.

Bupati Manggarai Timur Yoseph Tote kepada KompasTravel mengakui pihaknya siap menyukseskan penyelenggaraan Tour de Flores 2016.

Berbagai persiapan untuk diperkenalkan kepada peserta lomba sepeda internasional ini sudah dilaksanakan.

Menurut Yoseph, Tour de Flores memang kerja pemerintah pusat dalam mempromosikan pariwisata Flores. Namun, Pemkab Kabupaten Manggarai Timur tetap memberikan dukungan agar pelaksanaannya berjalan lancar dan sukses.

“Beberapa kali Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Manggarai Timur mengikuti pertemuan di Kupang dan di Kementerian Pariwisata di Jakarta,” katanya.

Ketua Flores Community Development, sekaligus pelaku pariwisata Kabupaten Ende, Ferdinandus Watu menjelaskan, Tour de Flores adalah lomba balap sepeda. Acara ini juga sekaligus mempromosikan pariwisata Flores.

ARSIP KOMPAS TV Dokter Ratih melihat 7 Niang dari atas bukit.

Pasalnya, Flores adalah destinasi special interest, seperti alam, ekowisata, budaya dan lingkungan. Inti dari Tour de Flores adalah infrastruktur sementara dampak bagi warga Flores belum sangat terasa karena ini ajang perlombaan.

Namun, sesudah itu ada touring sepeda yang berdampak pada peningkatan perekonomian rakyat Flores.

Ferdinandus mengatakan, masalah sampah plastik serta sampah non plastik di sepanjang Transflores, mulai dari Flores Timur sampai Labuan Bajo segera diatasi dengan kegiatan membersihkan sampah yang dimotori oleh pemerintah daerah setempat.

Jika tidak dibersihkan, peserta Tour de Flores akan mengkritik sampah yang berserakan di sepanjang jalan Transflores.

“Masing-masing kabupaten harus membersihkan sampah plastik dan non plastik di sepanjang jalan Transflores sehingga Flores dikenal dengan kebersihannya,” katanya kepada KompasTravel, Selasa (1/3/2016).

BARRY KUSUMA Penari Caci di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Senior guide Kabupaten Manggarai Barat, Gabriel Pampur menjelaskan, Tour de Flores merupakan bagian dari promosi destinasi wisata Flores.

“Tour de Flores hanya sebuah ajang promosi pariwisata Flores. Acara ini (saat pelaksanaan) tidak berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi rakyat. Namun, sesudah event ini akan ada wisatawan bersepeda mengunjungi sembilan kabupaten di Flores. Saat itulah akan ada dampak bagi warga lokal dengan menjual produk-produk lokal kepada wisatawan,” kata Gabriel.