EQUITYWORLD FUTURES – Tindakan kejahatan semakin hari memang semakin marak terjadi. Mulai dari pencurian, pemerkosaan, dan pembunuhan sudah seperti makanan sehari-hari hilir mudik diberitakan. Para pelaku kejahatan memang susah ditebak, karena siapapun bisa berbuat jahat.

Seperti halnya yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta pada Rabu (19/11), sesosok mayat wanita ditemukan sudah membusuk di dalam mobil Honda Freed. Sontak kejadian itu membuat petugas dan pengunjung terkejut.

Dari penemuan mayat itu ditemukan kartu pelajar dengan nama Anggia Faradira yang lahir di Bandung 29 April 1999. Bagaimana cerita tragis penemuan mayat di Bandara Soekarno Hatta? Siapakah mayat tersebut? Berikut rangkuman peristiwanya:

1.
Awalnya mayat itu diduga Anggia Faradira

Pengunjung Bandara Internasional Soekarno Hatta dikejutkan oleh penemuan mayat remaja perempuan di dalam mobil yang terparkir di Terminal 2D, Rabu (19/11) pagi. Ketika ditemukan, mayat yang diduga bernama Anggia Faradira yang lahir di Bandung 29 April 1999 itu sudah membusuk.

Saat ditemukan, jasad warga Jalan Adhiyaksa IV, Cilandak, Jakarta Selatan yang tercatat sebagai Siswi SMA Cenderawasih I Jaksel itu berada di kursi depan penumpang mobil Honda Freed. Diduga jenazah tersebut korban pembunuhan.

Kepala Unit Identifikasi Polres Metro Bandara Internasional Soekarno-Hatta Eko Soeharto mengatakan, korban ditemukan oleh securiti angkasa bandara pagi ini, karena adanya bau busuk dari dalam mobil Honda Freed warna abu-abu nopol B-136-SRI.

“Setelah dapat laporan, kita langsung ke TKP untuk melakukan identifikasi,” jelasnya.

2.
Mayat membusuk dan terdapat bercak darah

Pihak kepolisian menemukan adanya petunjuk tanda-tanda dugaan pembunuhan wanita muda yang ditemukan di dalam mobil Honda Freed nopol B-136-SRI di area parkir Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Ada bercak darah pada tangan korban, tapi belum bisa disimpulkan, ini luka karena perlawanan atau hal lain,” kata Humas Polres Bandara Internasional Soekarno Hatta IPTU Agus Sunarto, Rabu (19/11).

Pihaknya mengaku kesulitan untuk menemukan luka pada tubuh korban yang menjadi penyebab kematiannya, karena kondisi jasad tersebut sudah membusuk.

“Jasadnya sudah membusuk dan bengkak, jadi kita tidak bisa lihat jelas ada luka atau tidak. Untuk itu, jasad korban dibawa ke RSCM Jakarta agar diautopsi,” papar Agus.

3.
Anggia ternyata ada di sekolah

Untuk memastikan kebenaran identitas yang ditemukan pada mayat yang diduga Anggia Faradira, polisi langsung menyelidikinya. Polisi mendatangi sekolah Anggia yakni SMA Cenderawasih I Jakarta Selatan.

Namun, ternyata Anggia ada di sekolah sedang melakukan aktivitas seperti biasanya. “Anggia ada di sekolah saat petugas kami mendatangi,” ujar AKP Agus Sunarto Kasubag Humas Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta.

Lalu siapa mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Freed yang disakunya ditemukan kartu pelajar atas nama Anggia?

4.
Mayat itu bukan Anggia tapi ibunya

Petugas Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta yang awalnya menduga mayat di dalam mobil Honda Freed warna abu-abu nopol B-136-SRI adalah Anggia Faradira akhirnya memberikan bantahan. Setelah diselidiki, mayat yang saat ditemukan sudah dalam kondisi membusuk itu adalah Sri Wahyuni (42).

“Iya, awalnya dikira Anggia. Ternyata hasil identifikasi itu (mayat) itu adalah ibunya, namanya Sri Wahyuni, 42 tahun,” ujar AKP Agus Sunarto Kasubag Humas Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (19/11).

Saat ditanya kemungkinan memang korban pembunuhan, Agus mengaku, belum menerima hasil laboratorium. “Belum keluar hasil dari pemeriksaan jenazahnya, sehingga kami belum bisa menyatakan Sri Wahyuni merupakan korban pembunuhan,” ujarnya.