EQUITYWORLD FUTURES – Selalu ada kisah inspiratif di balik kesuksesan seorang tokoh. Tak terkecuali pengalaman hidup mantan Wakil Presiden Try Sutrisno.

Jenderal purnawirawan TNI ini ternyata pernah menjadi penjual air untuk menghidupi Ibu dan adiknya. Ketika itu, ayah Try tak bisa menafkahi keluarga mereka lantaran tengah menjadi pejuang kemerdekaan.

“Waktu itu ayah kami berjuang dan saat itu gabung dalam ketentaraan. Betul-betul pejuang Indonesia yang tidak terima gaji. Saya dan adik berdua mau survive bagaimana di pengungsian,” kata Try saat menjadi pembicara dalam acara Supermentor6 di Jakarta, Minggu (17/5/2015).

Untuk menghidupi diri dan keluarganya, Try Sutrisno pun mencoba berdagang. Ia memulai usahanya dengan menjual air yang tidak perlu uang sebagai modal. Setelah bisa berkembang, Try lantas mencoba peruntungannya dengan berjualan koran. Hingga pada akhirnya, Try menjual rokok.

“Dari air naik menjadi penjual koran, dari koran meningkat, akhirnya menjual rokok,” tutur Try.

Namun, Try tidak selamanya menjadi penjual. Ketika bertemu dengan ayahnya, Try Sutrisno pun mencoba masuk ke dunia militer. Ia mengawalinya dengan menjadi kacung atau pembangu para tentara.

“Membantu tentara membersihkan sepatunya, bersihkan senjatanya, angkat makanannya,” ucap Try.

Terpanggil

Hingga pada 1948, atau ketika berumur 13 tahun, Try merasa terpanggil untuk ikut membantu perjuangan para prajurit. Ia pun membantu prajurit Indonesia dengan menjadi penyelidik dalam atau semacam intelijen.

Dengan profesi barunya itu, Try diminta menyusup melalui daerah pendudukan Belanda untuk mengantarkan dokumen. Ia pun kerap diminta memberikan obat kepada prajurit di wilayah lain yang kesulitan.

Dari sana lah Try merasa terpanggil menjadi tentara. Hingga akhirnya ia masuk akademi Zeni kemudian mendapatkan pangkat jenderal.

“Setelah tamat SMA, maka saya ingin mengabdikan terus karir saya itu dalam ketentaraan. Waktu itu belum ada akademi militer, saya masuk ke Akademi Zeni Angkatan Darat yang kemudian berubah jadi Akademi Teknik Angkatan Darat. Saya bisa merasakan pengalaman dalam proses dibentuk sebagai seorang perwira,” kenang Try.

Kemudian pada 1992, Try pensiun dari militer dan mulai memasuki dunia politik dengan menjadi Wapres.