EQUITYWORLD FUTURES – Willem Sigar Tasiam (58) memulai pendakian Gunung Butak-Panderman di Dusun Seruk (Toyomerto), Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Malang, Jawa Timur, Kamis (12/5/2016) pukul 07.43 WIB.

MALANG, KOMPAS.com – Usai mendaki Gunung Arjuno-Welirang, pendaki gunung maraton solo Willem Sigar Tasiam (58) akan melibas jalur pendakian Gunung Butak-Panderman, Jawa Timur dalam satu hari, Kamis (12/5/2016).

Ia akan mendaki Gunung Butak terlebih dahulu sebelum melanjutkan pendakian ke Gunung Panderman. “Pendakian ini sejalur. Dari Gunung Butak dulu baru Gunung Panderman,” kata Willem sebelum meninggalkan penginapan di Homestay Paralayang, Malang pukul 06.30 WIB.

Menurut rencana pagi ini, Willem akan mendaki Gunung Butak melalui Dusun Seruk (Toyomerto), Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Malang, Jawa Timur dari ketinggian 1.343 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Ia akan kembali turun setelah tiba di Puncak Gunung Panderman melalui jalur yang sama dengan mulai pendakian. “Insya Allah tiba sebelum magrib di titik awal pendakian,” ungkap Willem.

Pantauan Kompas.com, saat Willem memulai pendakian pukul 07.43 WIB, awan di kaki Gunung Butak terlihat cerah. Willem menggunakan baju warna merah dengan kombinasi warna biru.

Sebelumnya, Willem menyelesaikan pendakian Gunung Arjuno-Welirang melewati Jalur Tretes, Pasuruan dengan catatan waktu 32,5 jam. Dengan demikian hingga Kamis (12/5/2016) pagi, Willem telah mendaki 7 gunung di Jawa Timur.

Gunung Butak berketinggian 2.878 mdpl dan bisa didaki melalui empat jalur seperti jalur Dusun Seruk, jalur Gunung Panderman, jalur Princi Dau di Malang, jalur Sirah Kencong di Blitar, dan jalur Gunung Kawi di Kepanjen, Malang.

Ikuti kisah perjalanan pelari Willem Sigar di liputan khusus Kompas.com pada laman “Ekspedisi Alam Liar – 50 Gunung 40 Hari”. Tim Kompas.com akan mengikuti perjalanan Willem mendaki 50 gunung secara lari maraton dalam 40 hari.

Perjalanan menuju kaki gunung ditempuh dengan jalan darat menggunakan mobil Nissan All New Navara. Ekspedisi ini juga didukung oleh Pertamina dan Eiger.