Setiap orang pasti akan merinding bila mendengar virus flu babi atau Ebola yang telah banyak merenggut banyak nyawa, dan masih meneror jutaan warga lain di hampir seluruh bagian dunia. Lalu apa yang mungkin terjadi jika ilmuwan melakukan mutasi pada virus-virus berbahaya itu?

Yoshihiro Kawaoka, seorang profesor yang berkutat di penelitian virus H1N1 dan Ebola dari Universitas Wisconsin-Madison tengah melakukan beberapa mutasi terhadap virus H1N1 yang mampu membuat si virus menjadi lebih berbahaya dibanding sebelumnya, Gizmodo (02/07).

Proses mutasi yang dilakukan di laboratorium milik Kawaoka berhasil membuat virus H1N1 menghasilkan semacam protein yang membuat tubuh manusia tidak bisa mendeteksi keberadaannya. Bahkan sebelumnya di tahun 2012, dia juga pernah membuat virus flu burung versi mutan yang lebih mudah menginfeksi manusia.

Apakah virus mutan benar-benar berbahaya?

Sama seperti makhluk hidup lain, virus berkembang atau berevolusi secara alami, meskipun pada dasarnya mereka cenderung mudah melakukan evolusi. Ini lah salah satu sebab manusia bisa terinfeksi flu beberapa kali dalam tiap tahunnya. Bahkan vaksin flu pada manusia pun diketahui harus diperbaharui per tahunnya untuk meningkatkan kekebalan manusia.

Tetapi bila proses evolusi virus lebih cepat dari yang ‘direncanakan’ oleh alam, maka akan sulit bagi manusia untuk menemukan vaksin atau obat yang sesuai dengan metode infeksi baru virus. Alhasil, bisa dipastikan jika nantinya akan banyak jiwa yang melayang akibat infeksi virus mutan tersebut.

Para peneliti sendiri punya anggapan jika mereka bisa mempercepat evolusi virus dengan cara memutasinya, maka mereka bisa membuat vaksin yang bisa menyembuhkan penyakit akibat infeksi virus, bahkan sebelum penyakit muncul pada manusia atau hewan. Hal ini dianggap sebagai suatu langkah antisipasi yang cukup radikal.

Memang langkah yang dilakukan oleh Kawaoka memancing kontroversi dan reaksi keras peneliti lain, termasuk pemerintah sekalipun. Terjadi kekhawatiran bila seandainya virus ini tak sengaja tersebar akan memunculkan epidemi baru yang belum dapat ditangani oleh manusia. Bagaimana pendapat Anda?