EQUITYWORLD FUTURES – Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto, mengkritik tim ekonomi di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. Agus mengatakan, kelemahan yang dimiliki kementerian yang membidangi masalah ekonomi dianggap sebagai penyebab gagalnya pemerintah memperbaiki nilai rupiah terhadap dollar AS.

“Dengan kinerja tim ekonomi yang turun drastis dan tidak bisa memperbaiki nilai rupiah, sudah bisa dipastikan BBM akan naik karena untuk membeli BBM pemerintah menggunakan dollar,” ujar Agus saat ditemui di Jakarta, Senin (30/3/2015).

Agus mengatakan, dampak yang ditimbulkan akibat naiknya harga bahan bakar minyak akan sangat terasa khususnya bagi para nelayan dan petani. Menurut Agus, produksi ikan di Indonesia semakin terancam untuk terus menurun karena tingginya harga bahan bakar yang merugikan nelayan. Belum lagi adanya kebijakan pembatasan, atau moratorium dari pemerintah.

Adapun untuk industri pertanian, kata Agus, kenaikan harga bahan bakar secara otomatis akan memengaruhi harga beras. Menurut dia, pemerintah seharusnya melakukan penguatan di sektor pangan. Misalnya, dengan melakukan perluasan lahan maupun membantu pembibitan bagi petani.

“Kementerian belum bekerja dengan baik. Jokowi pernah janji untuk memberikan traktor bagi petani. Tetapi, nyatanya tidak ada menteri yang tindaklanjuti soal itu,” kata Agus.

Politisi Partai Demokrat itu juga mengkritik pergantian jajaran direksi bahkan staf sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) sebagai kebijakan Menteri BUMN. Menurut Agus, pergantian pejabat BUMN secara besar-besaran tidak secara otomatis meningkatkan taraf perekonomian. Menurut dia, pergantian pejabat belum tentu mampu memberikan kapabilitas yang sesuai dengan target yang ingin dicapai pemerintah. Pemerintah seharusnya mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran, dibanding kebijakan yang hanya menonjolkan prestasi dalam bidang tertentu.

“Kementerian dalam bidang ekonomi tidak boleh cuma cari popularitas saja. Tim ekonomi harus benar-benar bersatu melakukan penguatan,” kata Agus.