Warga di Kampung Deliksari Kecamatan Gunungpati Kota Semarang mengalami krisis air bersih. Sebab, banyak debit air sumur milik warga yang menyusut drastis sejak tiga minggu terakhir.

Krisis air bersih itu terjadi di 6 RT wilayah Kampung Deliksari. Warga RT 04 RW 06 Kampung Deliksari Gunungpati, Syafei, mengaku mulai kesulitan mencari air bersih sejak 2 minggu terakhir.

“Saking sulitnya cari air, saya sampai ngangsu (mencari) air di Sendang Gayam yang berjarak 1 kilometer dari rumah saya,” ujar Syafei kepada merdeka.com, Senin (8/9).

Syafei mengatakan harus setiap hari mengambil air bersih di sendang sebanyak empat jeriken. Jarak jauh dan medan yang terjal harus dilaluinya dengan mengendarai sepeda motor.

Suharni, (50), warga RT 02 RW 05, Kampung Deliksari, mengungkapkan, karena kesulitan mendapatkan air bersih, warga kampungnya harus bersusah payah mengambil air dengan membawa pikulan berisi dua ember 50 liter air menuju rumah masing-masing.

“Kalau mau mendapatkan air bersih buat minum setiap hari, ya harus membeli air di sendang seharga Rp 6 ribu per empat jeriken. Karena di sini hanya ada sumur tadah hujan. Airnya kurang bersih dan hanya bisa dipakai untuk mencuci baju dan mandi saja,” kata Suharni.

Menurut Suharni, banyak warga memilih tidak tidur hingga larut malam demi mendapatkan stok air bersih. Dia berharap, Pemerintah Kota Semarang segera menyuplai bantuan air bersih agar krisis air di kampungnya kali ini bisa teratasi.

Bantuan air bersih harus dilakukan secara rutin agar warga bisa mencukupi kebutuhan air bersih untuk memasak, minum dan keperluan rumah tangga lainnya.